Kumpul Keluarga di Rumah Peristirahatan

Agar dapat berkumpul bersama keluarga besarnya di Bogor, pemilik rumah merasa perlu menghadirkan rumah peristirahatan yang dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan di dalamnya. Berkumpul bersama keluarga besar selalu menjadi momen yang membahagiakan bagi Sisca Suhendra (45). Karenanya, meski sudah belasan tahun menetap di Bali, istri dari Alex Chandra (44) ini selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga besarnya di Bogor.

Baca juga : Jual Genset Bali

Pasalnya, sebagian besar keluarganya, masih tinggal di kota hujan ini. “Keluarga besar saya dan suami sebagian besar masih tinggal di Bogor sehingga kami yang tinggal di luar kota, yang mengalah datang ke sini (Bogor, red.),” ujar Sisca memberi alasan. Saking seringnya berkumpul, Sisca dan suaminya memutuskan untuk membeli rumah di Bogor.

“Dulu, ketika anak-anak masih kecil, kami selalu menginap di rumah adik saya. Kini mereka sudah beranjak dewasa dan membutuhkan tempat beristirahat sendiri yang nyaman dan tenang,” ujarnya menambahkan. Mereka berencana memfungsikan rumah keduanya ini sebagai tempat beristirahat sekaligus investasi.

Rumah Peristirahatan Tahun 2011, Sisca dan suaminya mewujudkan keinginan mereka memiliki rumah di Bogor. Keluarga yang telah dikarunai 3 orang putri ini memilih lokasi di kawasan perumahan yang sama dengan adik mereka, yaitu Baranangsiang Indah Bogor.

Karena kondisi rumah yang sudah tua dan tidak layak huni, mereka membongkar bangunan lama dan membangun kembali. Proses desainnya dilakukan oleh biro arsitek milik teman Sisca, yaitu Padmadjaja Architect Bali. Sedangkan proses pembangunannya, yang dimulai pada Januari hingga akhir tahun 2012, dilakukan oleh Robertus Pawang dan Adrianto.

“Proses pembangunannya sedikit lebih lama karena ada ornamen tertentu yang harus dipesan dan detil bangunan yang perlu dikerjakan dengan hati-hati,” kata Robertus Pawang, kontraktor yang dipercaya Sisca untuk membangun rumahnya. Bernuansa Kolonial Rumah peristirahatan yang dibangun di atas lahan seluas 380m2 ini dibuat dengan sentuhan kolonial. Hal ini terlihat dari dua pilar berbentuk bulat yang terdapat di bagian fasad depan, serta cat dinding luar yang berwarna putih keabu-abuan.

Gesture Control

Lupakan menyentuh kenop atau bahkan monitor touch screen untuk mengoperasikan fitur fitur multimedia di BMW Seri-7. Sekarang hanya lewat gerakan tangan, Anda dapat melakukan kontrol tanpa harus menyentuh satupun perangkat yang ada di mobil. Ada 6 gerakan tangan yang sudah diset BMW. Setiap gerakan memiliki fungsi sendiri-sendiri untuk mengontrol fungsi multimedia yang ada di layar monitor di tengah dasbor.

Misalnya gerakan telunjuk seakan menunjuk ke arah monitor untuk fungsi menerima panggilan telepon. Gerakan tangan seperti menampar berfungsi untuk menolak panggilan telefon. Gerakan memutar ujung telunjuk searah jarum jam (kanan) untuk menambah volume audio dan berlawanan arah jarum jam (kiri) untuk mengecilkan volume. Memilih menu di layar monitor dengan menunjuk jari telunjuk dan jari tengah bersamaan.

Hal itu dapat dilakukan berkat sensor yang mendeteksi gerakan tangan. Posisi tangan mesti ada di depan monitor dasbor tengah atau area di atas tuas transmisi. Lewat Gesture Control, pengemudi atau penumpang dapat mengoperasikan fungsi-fungsi multimedia dengan cepat dan mudah. Konsentrasi pengemudi juga tak tersita un tuk mengoperasikan ftur-ftur multimedia tersebut.

Carbon Core

BMW menamainya Carbon Core untuk desain ini di bodi Seri-7 terbaru. Ada 14 bagian yang memakai bahan serat ringan dan kuat ini, seperti struktur pilar atap, elemen di pilar B dan C serta bodi bagian dalam side skirt.

Berkat Carbon Core ini, bobot mobil dapat dikurangi hingga 130 kg dibanding Seri-7 versi sebelumnya. Pengurangan bobot ini tak hanya mampu mereduksi konsumsi BBM tapi juga menambah kenyamanan mengemudi. Hal ini berkat distribusi bobot lebih merata serta titik gravitasi lebih rendah. Material eksotis ini mampu diperbaiki jika terjadi kerusakan akibat benturan.

Misalkan saat kecelakaan yang memerlukan perbaikan. “Tak perlu diganti elemen karbon secara utuh. Cukup potong bagian yang rusak dan dilakukan perbaikan hanya di bagian itu. Semua bengkel resmi BMW mampu menanganinya. Jadi tak perlu khawatir.

Desain Anti-Monoton Pembawa “Kesegaran” Bagian 2

Tak hanya ruang-ruang semi publik, Sri Yanty merancang tema-tema berbeda pada ruangan yang bersifat privat. Salah satu contohnya, kamar tidur anak bertemakan “laut” yang terdapat di lantai 2. “Di ruangan ini, saya menerapkan dinding berwarna biru muda dan abu-abu; furnitur dominan putih; dan aksen dekoratif bertema lautan,” ucap Sri Yanty menambahkan.

Baca juga : Jual Genset Surabaya

Siasat Menutupi “Kekurangan” Ruang Ternyata, menurut Sri Yanty, aksen-aksen dekoratif ini tak cuma berfungsi sebagai penghias visual semata. Kekurangan-kekurangan ruang yang terdapat di bangunan ini dapat apik tertutupi oleh aksen ruangan tersebut. “Pastinya, rumah ini kan cenderung sempit, luas 2 bangunannya saja hanya 160m2. Jadi, saya menerapkan cermin di dinding-dinding tangga, sebagai siasat menggandakan ruang,” ujar Sri Yanty.

Alhasil, ruang sempit itu tampak lebih lega dan bersih. Selain cermin, dinding kayu yang dilapisi oleh HPL (High Pressure Laminate) berhasil menutupi railing tangga yang dirancang sederhana. Tak hanya railing yang ditutupi, terdapat gudang tersembunyi pula di balik dinding kayu tersebut. Lubang-lubang “intip” di antara dinding kayu tersebut pun menjadi siasat anti-monoton dan “tertutup” dari sebuah dinding masif. Dalam area yang sama, void pun dibuat tak terlampau “hampa” dengan adanya lampu gantung, serta lis hitam yang dikelilingi oleh tanaman rambat.

Satu siasat dari Sri Yanty, adalah menutupi pemandangan jendela yang kurang sedap dilihat. Contohnya, jendela di ruang keluarga—yang mengarah ke garasi—ditutupi dengan sempurna oleh panel hitam berbentuk gedunggedung berkotaan. Namun, bila diperhatikan, terdapat rongga yang menjadi “kuncian” pembuka “panel”, agar jendela bisa terbuka sebagaimana mestinya. Siasat serupa dilakukan pula pada kamar tidur utama.

Masalah dari ruangan ini adalah jendelanya tepat terletak di atas tempat tidur. Demi menutupinya, Sri Yanty menerapkan bantalan-bantalan sebagai headboard sekaligus menutupi jendela tersebut. Namun, di beberapa bantalan kotak tersebut, terdapat rongga mengacak, yang menjadi “kuncian” untuk membuka jendela kamar tidur. Banyak Permainan Material Dekorasi-dekorasi anti-monoton ini didukung pula oleh permainan aplikasi material yang digunakan.

Kami menemukan banyak sekali perpaduan material yang pas, baik dari segi warna, motif, ataupun karakter material itu sendiri. Sebagai contoh, adalah aplikasi bata putih yang menjadi pelapis di ruang keluarga. Bata putih digunakan sebagai pelapis panel, dengan dinding latar terbuat dari papan kayu. Selain itu, di depannya, Sri Yanty memakai cat putih biasa, dengan panel kayu finishing cat duco.

Padanan material pun terjadi pula di kamar tidur utama. Bantalanbantalan headboard yang menjadi focal point, terbuat dari cushion dan kain, yang ditopang oleh bingkai besi hollow. Namun, dinding-dindingnya ditutupi oleh cat dinding putih gading. Alhasil, tak hanya elemenelemen dekoratif saja yang menjadi siasat anti-monoton pada rumah contoh ini. Permainan material banyak berperan di sana.

Desain Anti-Monoton Pembawa “Kesegaran”

Beberapa tahun lalu, interior modern dan minimalis cukup berjaya, khususnya di Indonesia. Sayangnya, seringkali konsep yang tengah menjadi primadona ini diterapkan secara salah kaprah, khususnya oleh masyarakat awam. Bahkan, beberapa desainer interior mengungkapkan, bahwa konsep minimalis ini kurang sesuai bila digunakan oleh masyarakat Indonesia, mengingat kebanyakan dari mereka bersifat “kolektor”.

Baca juga : Kontraktor Semarang

Alhasil, lambat laun, rumah dengan bentuk-bentuk modern ini dianggap membosankan. Monoton. Bahkan, dengan kesalahan pemahaman akan konsep modern dan minimalis, fungsi kenyamanan hunian pun tak dapat terpenuhi. Namun, beda halnya dengan rumah contoh Casa Jardin yang berada di pinggir Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat ini. Kali pertama memasuki bangunan 2 lantai tersebut, ruang tamu nyaman bernuansa biruabu lah yang menyambut kami.

Kesan “teduh” terasa secara visual. Aksen dekoratif pun diterapkan secara pas di meja buffet, tepat di seberang area duduk, sehingga tak menghilangkan kesan “teduh” pada ruangan ini. Rupanya, kejutan telah menanti kami di ruang-ruang lainnya. Salah satunya, ruang makan—yang berada tepat di bawah area void—dengan dinding kayu dan tanamantanaman gantung; serta ruang keluarga berbata putih yang terletak bersebelahan.

Beda Ruang, Beda Tema, Satu Konsep Sang desainer—Sri Yanty Jusup—mengatakan, sentuhan konsep American Style lah yang mendasari perancangan rumah contoh seluas 160m2 ini. Tak heran. Kami melihat elemen-elemen dekoratif bernuansa Amerika memenuhi setiap sudut bangunan berkamar 3 ini. “Meskipun saya memang banyak menyisipkan desain ala Amerika ke dalam bangunan ini, saya pun membedakan temanya, sesuai fungsi ruang,” ujar Sri Yanty menjelaskan.

Sebagai contohnya, ruang makan didominasi oleh tema natural, dengan panel dinding kayu dan tanaman-tanaman hijau plastik yang menggantung di atas meja makan. Tanaman-tanaman tersebut menggantung di lis hitam, senada dengan lampu modern, yang berkap hitam pula. Desainnya pun tampak berbeda dengan ruang keluarga yang cenderung bertema “maskulin”. Panel dinding, yang terdapat di belakang sofa, menjadi elemen yang mempertegas kesan “maskulin” itu. “Saya mendesain panel hitam dengan cara laser cutting, dan membuat rongga-rongga yang membentuk gedung-gedung perkotaan, agar kesan urban dapat hadir. Lebih maskulin, bukan?” ucap Sri Yanty antusias.

Proyek­proyek yang tengah dikerjakan atau telah dikerjakan?

Seperti PT Agung Podomoro, Maxtron, PT Gunung Mas International, PT Bali Taru Utama, PT Citra Mulia. Jasa atau produk yang bisa diberikan ke klien memang banyak. Untuk produk mulai dari movies, program televisi, televison commmercials, flm dokumenter, music video, digital company profles, dan internet television programs and development. Kalau mereka butuh talents, model, artistic artist, kita siap sediakan.

Dengan cakupan jasa dan produk seperti itu, bagaimana cara Anda mengatur sumber daya manusia?

Tak terlalu rumit. Karena sebenarnya kita small unit. Tim inti hanya 10 orang. Selebihnya kita gunakan tenaga outsource. Kita pun tak terlalu kaku dalam hal jam kerja. Seperti Anda lihat, jam segini (sekitar jam 11-an), kantor masih sepi. Mereka datang memang siang. Tapi kerjanya sampai malam. Kemarin kita baru selesai meeting hingga pukul 1 pagi. Bagi saya yang terpenting pekerjaan selesai dengan sempurna sesuai tengat waktu. Tak terpaku pada ofce hour.

Pasang iklan Produk Anda Melalui Jasa SEO Semarang Terbaik

Pasang iklan Produk Anda Melalui Jasa SEO Semarang Terbaik. Pasang iklan yang bisa dilihat di handphone, tentu bakal jauh lebih efektif bukan?

Kalau di televisi, begitu iklan, pemirsa bisa ganti channel.

Berapa dana yang harus dikeluarkan oleh klien untuk mendapatkan jasa perusahaan ini? Tergantung dari kemauan klien. Tapi rata-rata proyek yang kami kerjakan paling rendah Rp 200 juta hingga miliaran.

Balik lagi ke soal ceruk pasar, apakah masih “gemuk”? Masih gemuk. Walau begitu, kita harus selalu berinovasi dan mengikuti perkembangan atau kemauan si klien. Semisal sekarang semua orang sudah menenteng smartphone. Jadi kita pun bergerak ke arah sana (digital mobile).

Baru sekitar 2 tahun perusahaan ini berdiri, bagaimana cara Anda melakukan penetrasi pasar sekaligus menggaetnya? Saya hanya menggunakan jaringan yang saya miliki. Selain itu, saya pun didukung oleh tim yang sangat solid dan kreatif. Jadi hasil karya perusahaan ini sangat memuaskan klien.

Production house dan creative industry, sangat banyak. Malah perusahan multinasional pun sudah lama berbisnis ini. Bagaimana cara Anda bersaing dengan mereka?

Untuk saat ini, kita tak mungkinlah melawan perusahaan besar yang sudah punya brand sangat kuat. Tapi pangsa pasar industri ini sudah tersegmentasi. Pada segmen tertentu, kita bisa “bermain”. Ke depan, memang saya punya misi agar perusahaan ini semakin berkembang. Step by step. Mungkin 2-3 tahun lagi, sudah bisa menyamai perusahaan lokal. Seperti awal dulu, untuk mencapai posisi seperti sekarang, saya harus melipir dulu. Begitu juga perusahaan ini. Untuk bisa besar, kita harus melipir dulu. Dari pinggir dulu lah.

Proyek­proyek yang tengah dikerjakan atau telah dikerjakan?

Sekarang kita tengah menggarap proyek dari Djarum untuk acara Bulungan Festival. Kalau yang sudah banyak sih… Seperti TVC Dove, Sensodyne, Lactamil, RCTI. Untuk proram TV ada Manga dan program di TVRI. Kita pun sering membuat corporate design. Seperti Bank BJB, Bank CIMB Niaga, Bank Mega, Telkomsel, dan radio Mara. Beberapa perusahaan kita buatkan company profle.

Teknologi Komunikasi Berbasis Laser Di Luar Angkasa Bagian 2

Kesimpulan

NASA mengatakan bahwa dengan misi LLCD telah berhasil. Tahap berikutnya adalah akan mengembangkannya menjadi satelit Laser Communications Relay Demonstration (LRCD) yang akan ditetapkan pada tahun 2017. Sistem laser ini rencananya akan mampu menangani hingga 2.880 Gbps dari orbit geosynchronous sebagai bagian dari lima tahun demonstrasi.

Teknologi komunikasi laser yang sedang dikembangkan oleh NASA dalam bidang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini akan menggantikan teknologi radio sebagai bagian yang telah lama digunakan dalam komunikasi luar angkasa.

Dan bukan tidak mungkin jika teknologi ini ke depannya berhasil, maka teknologi ini juga akan diterapkan pada teknologi informasi dan komunikasi konvensional di dalam bumi yang selama ini kita gunakan.

Teknologi Komunikasi Berbasis Laser Di Luar Angkasa

Teknologi Laser

Teknorus.com – Laser memiliki keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melalui radio. Beberapa keuntungan tersebut di antaranya adalah bahwa komunikasi laser memiliki kapasitas bandwidth yang jauh lebih besar, namun mampu menghasilkan daya lebih kecil.

Baca juga : WA WEB

Hal ini merupakan keuntungan utama, karena pesawat ruang angkasa harus menyediakan level power yang cukup besar untuk menghidupkan lampu pijar. NASA mengatakan bahwa LLCD dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan mampu menjadi titik cerah (saat trialnya selama 30 hari). Laser dapat berkomunikasi dengan stasiun bumi di waktu siang hari dan bahkan saat bulan memiliki kurang dari empat derajat jarak pemisahan dari matahari.

Laser ini juga bekerja tanpa adanya kesalahan saat bulan berada dalam kondisi rendah di cakrawala. Begitu pula saat laser harus melewati lapisan lebih tebal dari atmosfer, dengan turbulensi atmosfer yang juga memiliki pengaruh yang kecil terhadap komunikasi laser. Badan antariksa dan para peneliti bahkan terkejut bahwa awan cahaya tidak menjadi kendala dalam komunikasi laser ini.

LLCD dan LADEE

Selain minimnya kesalahan, LLCD ini mampu beralih dari satu stasiun bumi ke stasiun bumi yang lain sementara bumi berputar melakukan rotasi. NASA membandingkan de ngan bagaimana jaringan telepon selular beroperasi, dan sistem melakukannya tanpa campur tangan manusia. Sistem ini bahkan bisa mengunci ke stasiun bumi tanpa menggunakan sinyal radio.

Para Astronom di stasiun bumi mampu untuk memprogram LADEE untuk membangun kan terminal ruang LLCD dan memprogamnya secara otomatis dan berkomunikasi dengan stasiun darat di bumi pada waktu tertentu tanpa perintah radio sedikit pun. Ini menunjukkan bahwa teknologi yang telah dikembangkan oleh para Ilmuwan dan Astronom NASA ini bisa berfungsi sebagai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sistem utama untuk suatu misi NASA di masa yang akan datang.

NASA mengatakan bahwa uji coba komunikasi teknologi laser ini tidak hanya sukses , tapi LLCD ini mampu men-download seluruh data library dari pesawat ruang angkasa LADEE dengan kecepatan belum pernah terjadi sebelumnya. Yakni mengirimkan beragam informasi ke bumi dengan ukuran gigabyte hanya dalam waktu di bawah lima menit. Padahal, mendownload data seperti itu biasanya akan memakan waktu selama beberapa hari.

Sporty Lifestyle Partner KAWASAKI ZX-6R 636

Artinya, dengan dana yang tidak terlalu besar, Anda sudah mampu memiliki kendaraan sporti yang mudah menarik perhatian. Itu yang menjadi poin, dengan harga relatif terjangkau tapi sanggup membuat pemiliknya jadi pusat perhatian di tengah keramaian. Anton dan Resa pun memilih aktivitas olahraga yang membutuhkan keberanian yang selaras dengan napas kedua kendaraan itu. Resa memiliki olahraga paragliding.

Karena selain cukup memacu adrenalin, paragliding terbilang olahraga yang eksklusif layaknya mobil sport yang ia gunakan. Sedangkan Anton memilih olahraga panjat tebing. Alasannya karena panjat tebing sangat identik dengan kegiatan berkendara yang sarat aktivitas fisik dan menguras tenaga. Keduanya akan saling menantang untuk mencoba aktivitas olahraga yang dipilih.

Pada kesempatan pertama, Resa menantang Anton untuk mencoba paragliding, mereka pun membawa kendaraannya ke perjalanan luar kota. Sedangkan pada kesempatan selanjutnya, giliran Anton yang menantang Resa untuk mencoba wall climbing. Kini saatnya mereka melewati medan padat khas perkotaan. Bagaimana rasa dan impresi kedua kendaraan ini dalam menunjang aktivitas olahraga mereka?