Lontong Capgomeh

Lontong set ini terdiri dari lontong yang disantap bersama lodeh terong, sate abing, opor ayam, tumis rebung, bubuk kedele, dan sambal goreng hati. Beberapa resepnya kami resepkan di sini. Selamat mencoba.

Baca juga : Nasi Box Jakarta

Sate Abing

BAHAN: 6 buah kepala ayam 12 buah ceker ayam 10 buah sayap ayam 200 gram kelapa parut, sangrai, dihaluskan 1 sendok makan air asam dari 1 sendok teh asam jawa larutkan dalam 2 sendok makan air 1 sendok makan garam 1 sendok makan gula pasir 1.000 ml santan dari 1/2 butir kelapa

BUMBU HALUS: 15 butir bawang merah 2 sendok teh ketumbar bubuk 1 sendok teh jinten 6 buah cabai merah keriting 2 cm jahe 2 cm lengkuas

CARA MEMBUAT: 1. Panaskan minyak untuk menumis bumbu halus hingga harum. 2.  Masukkan kepala, sayap dan ceker ayam lalu aduk sampai berubah warna dan tambahkan garam dan gula lalu aduk merata. 3. Tuangkan santan, dan aduk hingga rata dan masak hingga mendidih. 4. Tambahkan kepala sangrai, masak hingga matang dan mengental.

Lodeh Terong

BAHAN: 5 buah terung hijau, belah dua memanjang, potong potong 75 gram buah melinjo 100 gram kacang panjang, potong 3 cm 25 gram daun melinjo 5 buah cabai hijau besar, potong 1 cm 5 buah cabai merah besar, potong 1 cm 2 lembar daun salam 2 cm lengkuas, memarkan 500 ml santan dari 11/2 butir kelapa 1.500 ml santan encer dari perasan santan kental 1 sendok makan garam 2 sendok teh gula merah sisir

BUMBU HALUS: 8 butir bawang merah 4 siung bawang putih 1 sendok teh terasi goreng 3 butir kemiri, disangrai

PELENGKAP: lontong, potong-potong Bubuk kedelai kerupuk udang Opor ayam

CARA MEMBUAT : 1. Rebus santan encer, bumbu halus, cabai merah besar, cabai hijau besar , daun salam dan lengkuas hingga mendidih. 2. Masukkan melinjo, masak sampai matang. 3. Tuangkan santan kental dan aduk merata, masak sambil diaduk hingga mendidih. Dan tambahkan kacang panjang serta terung, masak hingga matang. 4. Masukkan daun melinjo, masak hingga matang.

 

Paus Dari Nabi Yunus Keluar Kembali Sekarang

tak senang. Ia mengacungkan tangan berkali-kali. Suaminya yang duduk di sebelah menenangkan. ”Calm down,” katanya setengah berbisik. Beruntung ada Liu Jiamin, 59 tahun, penerjemah lain yang menemani saya sejak hari pertama perjalanan. Jiamin telah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai pemandu di biro perjalanan pemerintah. Bahasa Inggrisnya bagus—nyaris tanpa aksen.

Sejak sehari sebelumnya ia sudah menjelaskan kepada saya perihal mekanisme pembayaran ganti rugi. Pada dasarnya, kata Jiamin, semua tanah di Cina milik negara. Meski demikian, jika ada bangunan digusur dan tanah disita, pemerintah akan memberikan kompensasi. Dalam kasus Tong, pemerintah membayar 50 ribu yuan untuk rumah dan tanah. Pemerintah juga memberi 20 ribu per orang dalam tiap keluarga.

Di luar itu masih ada 2.200 yuan untuk biaya pindah. Total Tong mendapat 150 ribu yuan. Ia mengaku menggunakan tabungan dari penghasilannya sebagai pemborong untuk menambal kekurangan. Penjelasan Jiamin meredakan ketegangan. Tapi pertanyaan tak berhenti. Turis lain meminta Tong menjelaskan adakah teman-temannya yang tak puas terhadap skema uang pengganti. Tong menggeleng.

”Semua puas,” katanya. ”Apakah Anda kangen rumah lama?” ”Saya tak kangen. Rumah itu jelek.” Karena mereka terkesan membela pemerintah, beberapa turis menunjukkan mimik tak senang. Ruth memandang ke arahku. ”Saya tetap tak puas. Tapi saya menyerah,” katanya. Lalu giliran Tong mengajukan pertanyaan. ”Benarkah di Amerika banyak perampok? Saya menontonnya di televisi.” Sejumlah orang tertawa. Beberapa nenek terpancing untuk menjelaskan dengan berapi-api bahwa televisi tidak sepenuhnya menggambarkan kenyataan.

Pertemuan hampir satu jam itu berakhir menjelang sore. Tong mengantar tamunya ke halaman. PERJALANAN itu ditempuh dalam waktu tiga hari. Menempuh 630 kilometer, Chongqing-Yichang merupakan rute yang lazim dilalui turis. Arah sebaliknya, akibat melawan arus, memakan waktu satu hari lebih lambat. Saya menumpang Victoria Lianna, kapal berbobot 4.576 ton.

Dimiliki oleh warga Amerika asal Cina, tujuh kapal Victoria melayani rute itu—juga sebaliknya—setiap hari. Menuju Shanghai, kota paling hilir dari aliran Yangtze, Victoria hanya menyediakan satu kapal per pekan. Selain Victoria, terdapat beberapa kapal lain yang melayani rute yang sama. Tak banyak pelayaran komersial ke arah hulu. ”Jalurnya menyempit sehingga sulit dilalui,” kata Jiamin. Berawal di pegunungan Tibet, Sungai Yangtze terbentang 6.300 kilometer dari barat ke timur—tiga perempat jarak dari Sabang sampai Merauke.

Sejak zaman baheula, Yangtze menjadi jalur transportasi pedagang dan pelintas. Jauh dari laut dan minimnya transportasi darat di Cina bagian tengah, Yangtze menjadi satu-satunya pilihan selain Sungai Kuning di sebelah utara. Bagian paling sulit bagi pelintas dengan kapal tanpa motor adalah perjalanan melawan arus ke hulu. Di beberapa bagian, aliran sungai deras menghunjam. Perahu yang lewat terpaksa ditarik dengan tambang dari pinggir bengawan—dari tebing-tebing terjal atau sisi berbatu besar. Para penarik, yang jumlahnya bisa puluhan, mengutip upah untuk jasa itu.

Gesekan tambang berulangulang menggerus batu-batu di pinggir sungai hingga menyerupai pahatan memanjang. Sepotong batu besar dengan ceruk bekas gesekan dipamerkan di Museum Chongqing. Di dekatnya terdapat patung sejumlah lelaki tanpa baju sedang menarik kapal.

Website : kota-bunga.net

NABI YUNUS DAN PAUS SUNGAI

TERBENTANG 6.300 kilometer dari barat ke timur Tiongkok, Sungai Yangtze adalah denyut nadi bangsa Cina. Sejak beribu tahun silam, bengawan ini merupakan sarana transportasi manusia dan barang selain tapal batas yang memisahkan Cina bagian utara dan selatan. Yangtze juga saksi sejarah tenggelamnya kota-kota di sepanjang sungai akibat pembangunan Bendungan Tiga Ngarai.

Demi listrik dalam jumlah besar, naiknya permukaan sungai menghancurkan banyak situs purbakala dan mengubah kehidupan lebih dari satu juta warga Tiongkok. Wartawan Tempo Arif Zulkifli selama tiga hari, pada pertengahan April lalu, mengarungi Sungai Yangtze. Reportase dari Chongqing di Cina Barat Daya hingga Yichang di Provinsi Hubei: cerita tentang penduduk yang direlokasi, museum-museum yang menyimpan sejarah panjang, dan alam dengan keindahan yang tak tepermanai.

DISKUSI hangat itu terjadi di ruang tamu lantai dua kediaman Tong Hu Li, p e r te n g a h a n April lalu. Lelaki 53 tahun itu adalah petani yang direlokasi karena kampungnya di Feng Du, di tepi Sungai Yangtze, Cina, terendam air akibat pembangunan Bendungan Tiga Ngarai (Three Gorges). Di depannya, 15 turis Amerika duduk di kursi plastik dalam formasi melingkar.

Tak berbahasa Inggris, Tong berbicara dengan bantuan Three Shi, seorang pemandu. Mengunjungi Tong merupakan salah satu kegiatan para turis yang mengarungi Yangtze, sungai ter-panjang ketiga di dunia. Berlayar dari Chongqing di Cina Barat Daya hingga Yichang di Provinsi Hubei, Feng Du adalah perhentian pertama para pelancong.

Lebih dari satu juta orang mengungsi akibat rumahnya terendam air. Tong termasuk beruntung: ia hanya pindah beberapa kilometer dari rumah asalnya. Tiga generasi menjadi petani, kini Tong bekerja sebagai penjaga keamanan. ”Pernah juga jadi tukang ojek,” katanya dalam bahasa Mandarin. Beberapa turis, umumnya di atas 70 tahun, bertanya tentang rumah Tong yang dianggap terlalu mewah untuk seorang satpam: mirip ruko, kediaman itu berlantai empat dan dilengkapi basement.

Di ruang tamu berlantai keramik itu terdapat televisi besar dan lemari es dua pintu. Tong menjelaskan bahwa rumah itu ia dapat dari uang pengganti yang dibayar pemerintah. Rumah lamanya 170 meter persegi. Rumah baru 400 meter persegi. ”Berapa harga rumah ini?” ”Berapa penggantian pemerintah untuk rumah lama Anda?” beberapa turis bertanya.

Tong menyebut 50 ribu yuan, sekitar Rp 100 juta, untuk rumah lama. Rumah baru ia bangun dengan biaya 160 ribu yuan. ”Dari mana Anda membayar sisanya?” turis lain menyergah. Tong menjawab agak panjang. Sesekali ia berdiskusi dengan Three. Tapi jawaban itu tak memuaskan. Ruth, nenek asal Carolina Utara, Amerika Serikat, menunjukkan mi

Komitmen Produksi Susu Berkelanjutan

Fonterra mengklaim, pada 2015 sebanyak 45% peternak sapi perah lokal binaannya telah mampu memproduksi lebih banyak susu dengan kualitas lebih tinggi. Selain itu, para peternak juga semakin ahli dalam pengelolaan pakan dan mensejahterakan hewannya.

Emma Parsons, General Manager Responsible Dairying Fonterra mengata kan, program beasiswa merupakan program yang bagus untuk para peternak sapi perah di Indonesia. “Program tersebut bagus untuk dijalankan di Indonesia karena sebagai perusahaan berbasis koperasi kami sudah sangat berpengalaman melakukan pendekatan farmers one to one,” jelas Emma yang hadir sebagai pembicara panel diskusi komoditas susu sapi perah di acara Responsible Business Forum on Food and Agriculture di Jakarta beberapa waktu lalu. Selain di Indonesia, secara global Fonterra memiliki program yang ber beda untuk pasar yang berbeda dalam rangka mendukung pasok an susu yang berkelanjutan.

“Di Sri Lanka peternak kami dari Selandia Baru datang langsung untuk memberi pelatihan, sedangkan di Jepang programnya lebih mengajarkan bagaimana meningkatkan kua litas makanan ternak dan yang berhubungan dengan kesejahteraan hewan,” jelas Emma. Selama lima tahun terakhir, Kukuh Ambar Waluyo, Head of Marketing PT Bayer Indonesia, melihat adanya pertumbuhan luar biasa terhadap tren beras bermerek.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia merupakan yang paling tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Kelas menengah atas seperti karyawan, supervisor, dan lainnya itu pasti maunya mengonsumsi yang berkualitas, jadi mereka pasti berpikir mengenai merek (branding),” ujarnya pada acara buka bersama PT Bayer Indonesia di Jakarta (14/6).

Kukuh melanjutkan pertumbuhan tren branding paling tinggi dicapai saat 2015-2016. “Dari lima tahun lalu, pasar tumbuh hampir sete – ngah, total sekitar 50%-60%,” jelasnya. Bahkan saat ini, beras branding banyak memasok kebutuhan beras di hotel-hotel. Pemain padi pun bukan hanya dari pemain lama, lanjut Kukuh, banyak perusahaan besar yang masuk ke beras branding. “PT TIga Pilar Sejahtera itu pemain paling awal, sekarang ada Kirana Megantara, Rachmat Gobel bahkan Indofood punya beras branded,” ungkapnya. Perusahaan energi pun juga sudah masuk ke padi seperti Medco.

“Mereka itu buka lahan di Merauke, tapi karena tidak punya tenaga ahli di bidang pertanian jadi mereka minta kita untuk support di lapangan. Di sana mau buat food estate pertanian,” sambung Kukuh.

Agribisnis Lebih Banyak Di Minati Ekosistem Sekarang Ini

Bisa dijadikan agunan,” ucap Mulia man. Karena itu, OJK menggandeng Ke menterian Agra ria dan Tata Ruang agar memberikan sertifikasi gratis pada petani kecil. Selain itu, keberadaan off-taker atau pembeli produk hasil panen akan mem buka akses kapital. Off-taker ini membuat bank yakin kredit akan terbayar.

“Kalau belum pasti mau jual ke ma na ‘kan nanti ngangsur-nya jadi sulit,” lanjutnya. Skema penjaminan kredit oleh mitra atau lembaga asuransi pun mempermudah akses permodalan. Muliaman menjelaskan, “Bank bisa lebih bersemangat memberikan kredit kalau kre ditnya ada yang jamin.

Tanpa agunan nggak apa tapi ada yang jamin misalnya.” Sedangkan program jangka panjang yang harus terus dilakukan, lanjutnya, berupa edukasi keuangan pada masyarakat. “Rakyat kita ini baru 35% yang melek keuangan. Selebihnya masih perlu terus diedukasi. Bagaimana mung kin orang yang buta keuangan mau berhubungan dengan lembaga keuangan?” paparnya miris.

Ekosistem Agribisnis Pelaku usaha kecil tidak bisa berusaha karena ketiadaan akses modal sehingga peningkatan kesejahteraannya terhambat. Karena itu, cetus Master of Public Administration dari Harvard University, Amerika Serikat, pendekatan program harus dilakukan secara komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan akses. Salah satunya, membentuk inovasi rantai nilai sektor agribisnis yang dikembangkan Kemitraan Pertanian Berkelanjutan Indonesia (PISAgro) ber sama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan ISEI.

PISAgro berperan men jalin kemitraan antara petani de ngan industri penyedia input produksi dan pembeli produk. Hasil panen akan dibeli perusahaan anggota Kadin. Sedangkan sertifikasi tanah difasilitasi cu ma-cuma oleh Kementerian Agraria. “Sehingga kalau sudah ngeklik (terhu bung) begini, sudah nyambung semua nya, ada kepastian mekanisme bisnis.

Ketika ada kepastian mekanisme bisnis, bank akan lebih semangat lagi ma suk membiayai. Ini inovasi rantai ni lai,” kata penikmat majalah agribisnis ini optimis. Pengertian inovasi rantai nilai itu membuat satu ekosistem produksi mu lai dari hulu-hilir yang akan menciptakan ekonomi dengan sendirinya. Sebab, masing-masing pihak memiliki rasa saling bergantung satu sama lain. “Dalam ekosistem inilah ada kehidup an, ada harapan. Makanya bank masuk membiayai karena sudah aman semua. Kalau petani masuk dalam ekosistem, bibit sudah ada yang nyuplai, ada penasihat lapangan, hasilnya sudah ada yang beli.

Ini ‘kan terjadi kehidupan, saling ketergantungan satu sama lain,”urai dia. Jika ekosistem ini terbentuk dengan baik dan diadopsi oleh banyak pelaku usaha, bukan tidak mungkin angka kemiskinan di Tanah Air akan turun meyakinkan. “Kita harapkan bisa menjawab itu. Kalau berhasil, akan kita terapkan ke produk-produk yang lain,” ucap pria yang tengah mengoleksi durian Nusantara ini.

Membahas kegemarannya mengoleksi durian, Muliaman berupaya menyempatkan diri berkunjung ke pa meran tanaman untuk mencari bibit du rian unggul dari setiap daerah Nu santara. Ia sudah mengoleksi beberapa jenis durian lokal, seperti durian ripto dari Trenggalek, Jatim, durian pelangi manokwari dari Papua Barat, dan durian bawor dari Banyumas, Jateng. “Saya suka duren. Senang ajapu nya satu-dua pohon ditanam. Makan (du rian) sih sudah nggak boleh kali ya. Paling makan dua butir,” ujarnya sambil tertawa.

Website : kota-bunga.net

Jangan Panik, Ini Cara Untuk Mengatasi Telinga Kemasukan Air

Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air – Mungkin sebagian orang pernah mengalami telinga kemasukan air ketika sedang main air, mandi ataupun berenang. Telinga yang kemasukan air biasanya akan terasa mengganjal dan tidak nyaman bahkan menyebabkan telinga berdengung.

Ketika air yang masuk ke dalam telinga hanya dibiarkan dan tidak segera dikeluarkan bisa memicu pertumbuhan jamur. Jamur menyukai tempat yang lembab. Jika telinga kemasukan air hingga tumbuh jamur maka telinga akan sering terasa gatal. Bahkan jika air yang masuk ke telinga terjadi secara berulang – ulang dan dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan risiko peradangan pada saluran telinga.

Baca Juga: Tips Memasak Puding

Peradangan tersebut bisa berupa kemerah-merahan dan pembengkakan pada saluran telinga luar. Dalam dunia medis gangguan peradangan yang terjadi di saluran yang terletak di telinga bagian luar dan gendang telinga disebut otitis eksterna.

Terkadang air yang masuk ke telinga dapat keluar dengan sendirinya. Namun beberapa kasus lain air yang masuk ke telinga sulit keluar. Jika telinga Anda kemasukan air, Anda harus berhati – hati dan tidak boleh sembarangan mengeluarkannya.

Jangan Panik, Ini Cara Untuk Mengatasi Telinga Kemasukan Air

Karena air yang masuk ke dalam telinga akan bercampur dengan serumen atau getah telinga sehingga membuatnya susah dikeluarkan meskipun dikorek – korek. Jika terjadi hal tersebut, sebaiknya jangan panik dan cobalah cara mengatasi telinga kemasukan air berikut ini.

1. Menggoyang – goyangkan cuping telinga

Langkah pertama mengatasi telinga kemasukan air adalah menggoyang – goyangkan kepala Anda sambil memiringkan kepala ke sisi telinga yang kemasukan air. Miringkan kepala Anda hingga bagian luar telinga menghadap bahu sambil digoyang – goyang hingga air di dalam telinga bisa keluar.

2. Menggunakan telapak tangan untuk menghisap air

Cara mengatasi telinga kemasukan air ini dengan memiringkan kepala ke sisi telinga yang kemasukan air kemudian menutup telinga yang kemasukan air dengan telapak tangan. Tekan telinga dengan agak kuat dan lepas dengan cepat hingga Anda merasakan sensasi hisapan pada telinga. Dengan begitu air yang berada dalam telinga dapat terhisap keluar oleh telapak tangan.

3. Menggerak – gerakkan rahang dan mulut

Menggerak – gerakkan rahang dan mulut seperti mengunyah dan menguap dapat membantu mengeluarkan air yang masuk ke dalam telinga. Cara mengatasi telinga kemasukan air dengan peregangan rahang dan mulut ini dapat melegakan saluran sempit yang menghubungkan rongga telinga dengan bagian belakang hidung sehingga memicu air yang ada di dalam telinga untuk keluar.

4. Meneteskan air

Untuk mengeluarkan air yang masuk ke telinga, Anda bisa menggunakan air hangat dan meneteskannya pada telinga yang kemasukan air sambil memiringkan kepala sampai telinga yang kemasukan air menghadap ke atas. Diamkan selama 3 detik lalu miringkan kepala ke sisi yang berlawanan. Kemudian tunggu sebentar dengan posisi telinga yang kemasukan air menghadap ke bahu hingga air akan mengalir keluar.

5. Menggunakan hair dryer

Cara mengatasi telinga kemasukan air dengan hair dryer atau pengering rambut bisa dilakuan dengan mengatur kecepatan dan suhu yang paling rendah. Kemudian berikan jarak sekitar 30 centimeter dan gerak – gerakan hair dryer mendekati dan menjauhi telinga agar telinga cepat kering. Udara panas yang ditimbulkan hair dryer akan membantu air menguap lebih cepat.

6. Mengompres dengan air hangat

Gunakan kain atau handuk lembut yang telah dibasahi air hangat kemudian peras hingga air tidak menetes dari kain tersebut. Miringkan kepala ke sisi telinga yang kemasukan air kemudian tempelkan kompres pada bagian luar telinga. Tunggu sekitar 30 detik lalu lepaskan. Berikan jeda selama 1 menit sebelum mulai mengompresnya lagi. Ulangi beberapa kali hingga air dari dalam telinga keluar. Jika ternyata air belum keluar juga, Anda bisa melakukannya dengan teknik berbaring.

7. Meneteskan cuka dan alkohol

Kotoran telinga atau serumen mungkin memerangkap air yang masuk ke dalam telinga. Anda bisa menguraikan gumpalan serumen dengan meracik tetes telinga sendiri. Cara mengatasi telinga kemasukan air ini bisa dimulai dengan mencampurkan cuka dan alkohol dengan takaran seimbang 1 : 1.

Teteskan sebanyak 3 tetes pada telinga yang kemasukan air lalu pijat ringan bagian luar telinga secara perlahan. Yang harus Anda perhatikan, jangan gunakan metode ini jika Anda mengalami beberapa masalah seperti:

– Mengalami infeksi telinga luar

– Mengalami masalah pada gendang telinga

Tips Memasak Coklat dan Puding Enak

Saya kemarin sempat mengikuti resep-resep dan berjualan nasi box Jakarta. Beberapa tidak bagus hasilnya alias kusam. Untungnya bisa saya selipkan di antara yang bagus sehingga semua bisa terjual.

Boleh tahu kenapa bisa kurang bagus hasilnya. Terima kasih. Betty – Bogor Ibu Betty yang terhormat, Senang resep catering kantor kami bisa mendatangkan penghasilan tambahan buat Ibu.

Tetapi kalau boleh memberi masukan, cokelat atau kue, atau apa pun yang Ibu jual sebaiknya tidak bercacat. Seperti cokelat yang kusam itu sebaiknya tidak dijual.

Jangan sampai karena nila setitik, rusaklah kepercayaan orang kepada kita. Kembali ke cokelat. Cokelat yang kusam bisa disebabkan beberapa hal, seperti yang dikutip dari laman Soulofren.com.

Salah satunya, cokelat tidak ditemper. Maksudnya tidak dipanaskan, didinginkan beberapa kali hingga suhunya pas. Kalau tak punya temperatur, bisa dicolek dengan jari yang bersih lalu ditempelkan di dagu.

Kalau tidak terasa panas, cokelat sudah bisa dituang ke dalam cetakan. Kemungkinan kedua, cetakan kurang bersih. Berminyak atau mengandung air.

Nah, periksa cetakan setiap kali akan menuanAg cokelat. Sebab setelah disimpan di dalam freezer, cetakan seringkali berembun. Bahkan setelah dilap pun, embunnya masih datang bila sudah dingin. Cokelat yang sudah disimpan di dalam lemari es pun kemudian dilarutkan, bisa membuat permen cokelat jadi kusam.

Puding Gula Merah

saya mencoba puding gula merah bersama santan. Kok, rasanya asam, ya? Saya bingung apa penyebapnya. Saya pikir, tadinya santannya yang sudah rusak.

Tetapi setelah saya rasakan sisa santannya, tidak rusak. Jadi, apa, dong penyebabnya? Terima kasih. Neneng Susanti – Jakarta Pusat

IBU NENENG DI TEMPAT, Puding gula merah yang asam memang bisa salah satunya disebabkan oleh santan yang sudah rusak. Tetapi bukan satusatunya faktor penyebab. Bisa saja karena gula merah.

Banyak gula merah yang asam rasanya karena bahan atau proses pembuatannya. Karena sebelum digunakan, baik juga gula merah dicoba dahulu. Gula merah sebaiknya dimasak bersama air sampai larut dan disaring sebelum dicampur bersama agar-agar. Kemungkinan yang lain, yang ingin kami tanyakan, apakah Anda menambahkan nangka?

Kalau nangkanya asam atau sudah bonyok, nangka pasti menularkan rasa asam. Nah, semoga hasilnya lebih baik setelah mencoba lagi.

 

Air Breather

Teknologi ini ada di bagian gril depan. Bilah-bilah vertikal bisa membuka-tutup secara otomatis sesuai kebutuhan untuk pendinginan radiator. Saat suhu radiator panas, gril akan membuka layaknya gril BMW Series yang lain agar embusan udara mampu mendinginkannya. Sebaliknya saat tak perlu aliran udara untuk mendinginkan radiator, bilah akan menutup otomatis.

Ada keuntungan saat bilah gril ini menutup. Yaitu tingkat aerodinamika mobil jadi lebih baik dan efisiensi konsumsi BBM lebih irit. BMW mengindikasikan efisiensi aerodinamika baru akan maksimal saat mobil melaju di kecepatan di atas 80 km/jam. Memang Active Air Stream bukan teknologi baru yang dipakai di mobil. Namun buat BMW, inilah mobil pertama mereka yang memakainya.

Display Key

Inilah anak kunci mobil masa depan yang dilengkapi layar touch screen. Sebelumnya, kunci serupa juga dipakai di sportscar elektrik BMW i8. Kunci seperti ini sudah seperti layar smartphone yang informasinya dapat diakses lewat sentuhan ujung jari. Beragam informasi dapat ditampilkan. Mulai dari buka tutup kunci pintu, informasi interval service dan jarak tempuh, kontrol lampu mobil hingga AC. Khusus di Seri-7, anak kunci ini untuk pertama kalinya dapat dipakai sebagai remote control memarkir mobil tanpa sopir.

Layaknya gadget, kunci ini memiliki catu daya baterai. Saat listriknya sudah habis, dapat diisi ulang memakai charger lewat soket mini USB di sisi samping kunci. Atau di Seri-7 dapat di-charge secara wireless dengan cara meletakkan kunci di dalam slot wireless charging di dalam konsol bawah armrest tengah. Jadi, selain perangkat hand phone, slot wireless charging dapat juga men-charge anak kunci ini.

Kumpul Keluarga di Rumah Peristirahatan Bagian 2

Menurut Sisca, sentuhan kolonial terinspirasi dari rumahrumah peninggalan Belanda yang masih banyak terdapat di Bogor, khususnya di kawasan Sempur, Bogor Tengah. Rumah pertama mereka di Bali juga memiliki nuansa yang sama. Agar serasi dengan konsep rumah, bagian interiornya juga didesain dengan sentuhan yang sama.

Baca juga : Jual Genset Balikpapan

Sisca menghadirkan lantai ubin/tegel, lampu gantung, dan pegangan (handle) pintu kuno. Properti tersebut sengaja didatangkan khusus oleh Sisca dari luar Bogor. Tegel/ubin berwarna kuning di lantai satu misalnya, dibeli dari Yogyakarta. Sedangkan lampu gantung dan pegangan kunci diperoleh dari Bali.

Luas dan Terbuka Tidak hanya itu. Rumah 2 lantai ini juga didesain terbuka dengan banyak bukaan berukuran besar. Di lantai satu—yang difungsikan sebagai ruang keluarga, ruang makan, dan dapur— terdapat dalam satu ruang menerus berbentuk huruf L. Jika tanpa furnitur, lantai bawah ini akan membentuk sebuah ruangan berukuran besar. Selain dikonsep terbuka, bangunan seluas 212m2 ini juga memiliki bukaan besar.

Di lantai satu misalnya, selain terdapat pintu utama berukuran besar, juga ada pintu samping model lipat berukuran lebih besar. Hampir semua bidang dinding di sisi kiri rumah yang panjangnya 7,3m, dimanfaatkan sebagai bukaan. Menurut Sisca, bukaan pintu berukuran besar ini memiliki 2 fungsi. Selain untuk memasukkan udara segar ke dalam rumah, juga untuk menggabungkan area ruang lantai satu dengan teras.

Jika semua pintu samping yang jumlahnya 8 buah dalam posisi terbuka penuh, selain menjadikan ruang dalam terasa sejuk dan nyaman, juga akan membentuk 1 ruang terbuka yang cukup luas dan bisa menampung banyak orang. Di lantai 2, bukaan besar juga bisa dijumpai pada bagian jendela. Tiga kamar tidur, masing-masing dilengkapi bukaan jendela yang cukup banyak, sehingga sirkulasi udara di lantai dua mengalir dengan lancar. Tak heran, ketika Tabloid RUMAH berada di dalam rumah pada siang hari, udara di dalam rumah, baik di lantai satu maupun dua, terasa sejuk dan nyaman.