Air Breather

Teknologi ini ada di bagian gril depan. Bilah-bilah vertikal bisa membuka-tutup secara otomatis sesuai kebutuhan untuk pendinginan radiator. Saat suhu radiator panas, gril akan membuka layaknya gril BMW Series yang lain agar embusan udara mampu mendinginkannya. Sebaliknya saat tak perlu aliran udara untuk mendinginkan radiator, bilah akan menutup otomatis.

Ada keuntungan saat bilah gril ini menutup. Yaitu tingkat aerodinamika mobil jadi lebih baik dan efisiensi konsumsi BBM lebih irit. BMW mengindikasikan efisiensi aerodinamika baru akan maksimal saat mobil melaju di kecepatan di atas 80 km/jam. Memang Active Air Stream bukan teknologi baru yang dipakai di mobil. Namun buat BMW, inilah mobil pertama mereka yang memakainya.

Display Key

Inilah anak kunci mobil masa depan yang dilengkapi layar touch screen. Sebelumnya, kunci serupa juga dipakai di sportscar elektrik BMW i8. Kunci seperti ini sudah seperti layar smartphone yang informasinya dapat diakses lewat sentuhan ujung jari. Beragam informasi dapat ditampilkan. Mulai dari buka tutup kunci pintu, informasi interval service dan jarak tempuh, kontrol lampu mobil hingga AC. Khusus di Seri-7, anak kunci ini untuk pertama kalinya dapat dipakai sebagai remote control memarkir mobil tanpa sopir.

Layaknya gadget, kunci ini memiliki catu daya baterai. Saat listriknya sudah habis, dapat diisi ulang memakai charger lewat soket mini USB di sisi samping kunci. Atau di Seri-7 dapat di-charge secara wireless dengan cara meletakkan kunci di dalam slot wireless charging di dalam konsol bawah armrest tengah. Jadi, selain perangkat hand phone, slot wireless charging dapat juga men-charge anak kunci ini.

Kumpul Keluarga di Rumah Peristirahatan Bagian 2

Menurut Sisca, sentuhan kolonial terinspirasi dari rumahrumah peninggalan Belanda yang masih banyak terdapat di Bogor, khususnya di kawasan Sempur, Bogor Tengah. Rumah pertama mereka di Bali juga memiliki nuansa yang sama. Agar serasi dengan konsep rumah, bagian interiornya juga didesain dengan sentuhan yang sama.

Baca juga : Jual Genset Balikpapan

Sisca menghadirkan lantai ubin/tegel, lampu gantung, dan pegangan (handle) pintu kuno. Properti tersebut sengaja didatangkan khusus oleh Sisca dari luar Bogor. Tegel/ubin berwarna kuning di lantai satu misalnya, dibeli dari Yogyakarta. Sedangkan lampu gantung dan pegangan kunci diperoleh dari Bali.

Luas dan Terbuka Tidak hanya itu. Rumah 2 lantai ini juga didesain terbuka dengan banyak bukaan berukuran besar. Di lantai satu—yang difungsikan sebagai ruang keluarga, ruang makan, dan dapur— terdapat dalam satu ruang menerus berbentuk huruf L. Jika tanpa furnitur, lantai bawah ini akan membentuk sebuah ruangan berukuran besar. Selain dikonsep terbuka, bangunan seluas 212m2 ini juga memiliki bukaan besar.

Di lantai satu misalnya, selain terdapat pintu utama berukuran besar, juga ada pintu samping model lipat berukuran lebih besar. Hampir semua bidang dinding di sisi kiri rumah yang panjangnya 7,3m, dimanfaatkan sebagai bukaan. Menurut Sisca, bukaan pintu berukuran besar ini memiliki 2 fungsi. Selain untuk memasukkan udara segar ke dalam rumah, juga untuk menggabungkan area ruang lantai satu dengan teras.

Jika semua pintu samping yang jumlahnya 8 buah dalam posisi terbuka penuh, selain menjadikan ruang dalam terasa sejuk dan nyaman, juga akan membentuk 1 ruang terbuka yang cukup luas dan bisa menampung banyak orang. Di lantai 2, bukaan besar juga bisa dijumpai pada bagian jendela. Tiga kamar tidur, masing-masing dilengkapi bukaan jendela yang cukup banyak, sehingga sirkulasi udara di lantai dua mengalir dengan lancar. Tak heran, ketika Tabloid RUMAH berada di dalam rumah pada siang hari, udara di dalam rumah, baik di lantai satu maupun dua, terasa sejuk dan nyaman.

Kumpul Keluarga di Rumah Peristirahatan

Agar dapat berkumpul bersama keluarga besarnya di Bogor, pemilik rumah merasa perlu menghadirkan rumah peristirahatan yang dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan di dalamnya. Berkumpul bersama keluarga besar selalu menjadi momen yang membahagiakan bagi Sisca Suhendra (45). Karenanya, meski sudah belasan tahun menetap di Bali, istri dari Alex Chandra (44) ini selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga besarnya di Bogor.

Baca juga : Jual Genset Bali

Pasalnya, sebagian besar keluarganya, masih tinggal di kota hujan ini. “Keluarga besar saya dan suami sebagian besar masih tinggal di Bogor sehingga kami yang tinggal di luar kota, yang mengalah datang ke sini (Bogor, red.),” ujar Sisca memberi alasan. Saking seringnya berkumpul, Sisca dan suaminya memutuskan untuk membeli rumah di Bogor.

“Dulu, ketika anak-anak masih kecil, kami selalu menginap di rumah adik saya. Kini mereka sudah beranjak dewasa dan membutuhkan tempat beristirahat sendiri yang nyaman dan tenang,” ujarnya menambahkan. Mereka berencana memfungsikan rumah keduanya ini sebagai tempat beristirahat sekaligus investasi.

Rumah Peristirahatan Tahun 2011, Sisca dan suaminya mewujudkan keinginan mereka memiliki rumah di Bogor. Keluarga yang telah dikarunai 3 orang putri ini memilih lokasi di kawasan perumahan yang sama dengan adik mereka, yaitu Baranangsiang Indah Bogor.

Karena kondisi rumah yang sudah tua dan tidak layak huni, mereka membongkar bangunan lama dan membangun kembali. Proses desainnya dilakukan oleh biro arsitek milik teman Sisca, yaitu Padmadjaja Architect Bali. Sedangkan proses pembangunannya, yang dimulai pada Januari hingga akhir tahun 2012, dilakukan oleh Robertus Pawang dan Adrianto.

“Proses pembangunannya sedikit lebih lama karena ada ornamen tertentu yang harus dipesan dan detil bangunan yang perlu dikerjakan dengan hati-hati,” kata Robertus Pawang, kontraktor yang dipercaya Sisca untuk membangun rumahnya. Bernuansa Kolonial Rumah peristirahatan yang dibangun di atas lahan seluas 380m2 ini dibuat dengan sentuhan kolonial. Hal ini terlihat dari dua pilar berbentuk bulat yang terdapat di bagian fasad depan, serta cat dinding luar yang berwarna putih keabu-abuan.

Gesture Control

Lupakan menyentuh kenop atau bahkan monitor touch screen untuk mengoperasikan fitur fitur multimedia di BMW Seri-7. Sekarang hanya lewat gerakan tangan, Anda dapat melakukan kontrol tanpa harus menyentuh satupun perangkat yang ada di mobil. Ada 6 gerakan tangan yang sudah diset BMW. Setiap gerakan memiliki fungsi sendiri-sendiri untuk mengontrol fungsi multimedia yang ada di layar monitor di tengah dasbor.

Misalnya gerakan telunjuk seakan menunjuk ke arah monitor untuk fungsi menerima panggilan telepon. Gerakan tangan seperti menampar berfungsi untuk menolak panggilan telefon. Gerakan memutar ujung telunjuk searah jarum jam (kanan) untuk menambah volume audio dan berlawanan arah jarum jam (kiri) untuk mengecilkan volume. Memilih menu di layar monitor dengan menunjuk jari telunjuk dan jari tengah bersamaan.

Hal itu dapat dilakukan berkat sensor yang mendeteksi gerakan tangan. Posisi tangan mesti ada di depan monitor dasbor tengah atau area di atas tuas transmisi. Lewat Gesture Control, pengemudi atau penumpang dapat mengoperasikan fungsi-fungsi multimedia dengan cepat dan mudah. Konsentrasi pengemudi juga tak tersita un tuk mengoperasikan ftur-ftur multimedia tersebut.

Carbon Core

BMW menamainya Carbon Core untuk desain ini di bodi Seri-7 terbaru. Ada 14 bagian yang memakai bahan serat ringan dan kuat ini, seperti struktur pilar atap, elemen di pilar B dan C serta bodi bagian dalam side skirt.

Berkat Carbon Core ini, bobot mobil dapat dikurangi hingga 130 kg dibanding Seri-7 versi sebelumnya. Pengurangan bobot ini tak hanya mampu mereduksi konsumsi BBM tapi juga menambah kenyamanan mengemudi. Hal ini berkat distribusi bobot lebih merata serta titik gravitasi lebih rendah. Material eksotis ini mampu diperbaiki jika terjadi kerusakan akibat benturan.

Misalkan saat kecelakaan yang memerlukan perbaikan. “Tak perlu diganti elemen karbon secara utuh. Cukup potong bagian yang rusak dan dilakukan perbaikan hanya di bagian itu. Semua bengkel resmi BMW mampu menanganinya. Jadi tak perlu khawatir.

Desain Anti-Monoton Pembawa “Kesegaran” Bagian 2

Tak hanya ruang-ruang semi publik, Sri Yanty merancang tema-tema berbeda pada ruangan yang bersifat privat. Salah satu contohnya, kamar tidur anak bertemakan “laut” yang terdapat di lantai 2. “Di ruangan ini, saya menerapkan dinding berwarna biru muda dan abu-abu; furnitur dominan putih; dan aksen dekoratif bertema lautan,” ucap Sri Yanty menambahkan.

Baca juga : Jual Genset Surabaya

Siasat Menutupi “Kekurangan” Ruang Ternyata, menurut Sri Yanty, aksen-aksen dekoratif ini tak cuma berfungsi sebagai penghias visual semata. Kekurangan-kekurangan ruang yang terdapat di bangunan ini dapat apik tertutupi oleh aksen ruangan tersebut. “Pastinya, rumah ini kan cenderung sempit, luas 2 bangunannya saja hanya 160m2. Jadi, saya menerapkan cermin di dinding-dinding tangga, sebagai siasat menggandakan ruang,” ujar Sri Yanty.

Alhasil, ruang sempit itu tampak lebih lega dan bersih. Selain cermin, dinding kayu yang dilapisi oleh HPL (High Pressure Laminate) berhasil menutupi railing tangga yang dirancang sederhana. Tak hanya railing yang ditutupi, terdapat gudang tersembunyi pula di balik dinding kayu tersebut. Lubang-lubang “intip” di antara dinding kayu tersebut pun menjadi siasat anti-monoton dan “tertutup” dari sebuah dinding masif. Dalam area yang sama, void pun dibuat tak terlampau “hampa” dengan adanya lampu gantung, serta lis hitam yang dikelilingi oleh tanaman rambat.

Satu siasat dari Sri Yanty, adalah menutupi pemandangan jendela yang kurang sedap dilihat. Contohnya, jendela di ruang keluarga—yang mengarah ke garasi—ditutupi dengan sempurna oleh panel hitam berbentuk gedunggedung berkotaan. Namun, bila diperhatikan, terdapat rongga yang menjadi “kuncian” pembuka “panel”, agar jendela bisa terbuka sebagaimana mestinya. Siasat serupa dilakukan pula pada kamar tidur utama.

Masalah dari ruangan ini adalah jendelanya tepat terletak di atas tempat tidur. Demi menutupinya, Sri Yanty menerapkan bantalan-bantalan sebagai headboard sekaligus menutupi jendela tersebut. Namun, di beberapa bantalan kotak tersebut, terdapat rongga mengacak, yang menjadi “kuncian” untuk membuka jendela kamar tidur. Banyak Permainan Material Dekorasi-dekorasi anti-monoton ini didukung pula oleh permainan aplikasi material yang digunakan.

Kami menemukan banyak sekali perpaduan material yang pas, baik dari segi warna, motif, ataupun karakter material itu sendiri. Sebagai contoh, adalah aplikasi bata putih yang menjadi pelapis di ruang keluarga. Bata putih digunakan sebagai pelapis panel, dengan dinding latar terbuat dari papan kayu. Selain itu, di depannya, Sri Yanty memakai cat putih biasa, dengan panel kayu finishing cat duco.

Padanan material pun terjadi pula di kamar tidur utama. Bantalanbantalan headboard yang menjadi focal point, terbuat dari cushion dan kain, yang ditopang oleh bingkai besi hollow. Namun, dinding-dindingnya ditutupi oleh cat dinding putih gading. Alhasil, tak hanya elemenelemen dekoratif saja yang menjadi siasat anti-monoton pada rumah contoh ini. Permainan material banyak berperan di sana.

Desain Anti-Monoton Pembawa “Kesegaran”

Beberapa tahun lalu, interior modern dan minimalis cukup berjaya, khususnya di Indonesia. Sayangnya, seringkali konsep yang tengah menjadi primadona ini diterapkan secara salah kaprah, khususnya oleh masyarakat awam. Bahkan, beberapa desainer interior mengungkapkan, bahwa konsep minimalis ini kurang sesuai bila digunakan oleh masyarakat Indonesia, mengingat kebanyakan dari mereka bersifat “kolektor”.

Baca juga : Kontraktor Semarang

Alhasil, lambat laun, rumah dengan bentuk-bentuk modern ini dianggap membosankan. Monoton. Bahkan, dengan kesalahan pemahaman akan konsep modern dan minimalis, fungsi kenyamanan hunian pun tak dapat terpenuhi. Namun, beda halnya dengan rumah contoh Casa Jardin yang berada di pinggir Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat ini. Kali pertama memasuki bangunan 2 lantai tersebut, ruang tamu nyaman bernuansa biruabu lah yang menyambut kami.

Kesan “teduh” terasa secara visual. Aksen dekoratif pun diterapkan secara pas di meja buffet, tepat di seberang area duduk, sehingga tak menghilangkan kesan “teduh” pada ruangan ini. Rupanya, kejutan telah menanti kami di ruang-ruang lainnya. Salah satunya, ruang makan—yang berada tepat di bawah area void—dengan dinding kayu dan tanamantanaman gantung; serta ruang keluarga berbata putih yang terletak bersebelahan.

Beda Ruang, Beda Tema, Satu Konsep Sang desainer—Sri Yanty Jusup—mengatakan, sentuhan konsep American Style lah yang mendasari perancangan rumah contoh seluas 160m2 ini. Tak heran. Kami melihat elemen-elemen dekoratif bernuansa Amerika memenuhi setiap sudut bangunan berkamar 3 ini. “Meskipun saya memang banyak menyisipkan desain ala Amerika ke dalam bangunan ini, saya pun membedakan temanya, sesuai fungsi ruang,” ujar Sri Yanty menjelaskan.

Sebagai contohnya, ruang makan didominasi oleh tema natural, dengan panel dinding kayu dan tanaman-tanaman hijau plastik yang menggantung di atas meja makan. Tanaman-tanaman tersebut menggantung di lis hitam, senada dengan lampu modern, yang berkap hitam pula. Desainnya pun tampak berbeda dengan ruang keluarga yang cenderung bertema “maskulin”. Panel dinding, yang terdapat di belakang sofa, menjadi elemen yang mempertegas kesan “maskulin” itu. “Saya mendesain panel hitam dengan cara laser cutting, dan membuat rongga-rongga yang membentuk gedung-gedung perkotaan, agar kesan urban dapat hadir. Lebih maskulin, bukan?” ucap Sri Yanty antusias.

Proyek­proyek yang tengah dikerjakan atau telah dikerjakan?

Seperti PT Agung Podomoro, Maxtron, PT Gunung Mas International, PT Bali Taru Utama, PT Citra Mulia. Jasa atau produk yang bisa diberikan ke klien memang banyak. Untuk produk mulai dari movies, program televisi, televison commmercials, flm dokumenter, music video, digital company profles, dan internet television programs and development. Kalau mereka butuh talents, model, artistic artist, kita siap sediakan.

Dengan cakupan jasa dan produk seperti itu, bagaimana cara Anda mengatur sumber daya manusia?

Tak terlalu rumit. Karena sebenarnya kita small unit. Tim inti hanya 10 orang. Selebihnya kita gunakan tenaga outsource. Kita pun tak terlalu kaku dalam hal jam kerja. Seperti Anda lihat, jam segini (sekitar jam 11-an), kantor masih sepi. Mereka datang memang siang. Tapi kerjanya sampai malam. Kemarin kita baru selesai meeting hingga pukul 1 pagi. Bagi saya yang terpenting pekerjaan selesai dengan sempurna sesuai tengat waktu. Tak terpaku pada ofce hour.

Pasang iklan Produk Anda Melalui Jasa SEO Semarang Terbaik

Pasang iklan Produk Anda Melalui Jasa SEO Semarang Terbaik. Pasang iklan yang bisa dilihat di handphone, tentu bakal jauh lebih efektif bukan?

Kalau di televisi, begitu iklan, pemirsa bisa ganti channel.

Berapa dana yang harus dikeluarkan oleh klien untuk mendapatkan jasa perusahaan ini? Tergantung dari kemauan klien. Tapi rata-rata proyek yang kami kerjakan paling rendah Rp 200 juta hingga miliaran.

Balik lagi ke soal ceruk pasar, apakah masih “gemuk”? Masih gemuk. Walau begitu, kita harus selalu berinovasi dan mengikuti perkembangan atau kemauan si klien. Semisal sekarang semua orang sudah menenteng smartphone. Jadi kita pun bergerak ke arah sana (digital mobile).

Baru sekitar 2 tahun perusahaan ini berdiri, bagaimana cara Anda melakukan penetrasi pasar sekaligus menggaetnya? Saya hanya menggunakan jaringan yang saya miliki. Selain itu, saya pun didukung oleh tim yang sangat solid dan kreatif. Jadi hasil karya perusahaan ini sangat memuaskan klien.

Production house dan creative industry, sangat banyak. Malah perusahan multinasional pun sudah lama berbisnis ini. Bagaimana cara Anda bersaing dengan mereka?

Untuk saat ini, kita tak mungkinlah melawan perusahaan besar yang sudah punya brand sangat kuat. Tapi pangsa pasar industri ini sudah tersegmentasi. Pada segmen tertentu, kita bisa “bermain”. Ke depan, memang saya punya misi agar perusahaan ini semakin berkembang. Step by step. Mungkin 2-3 tahun lagi, sudah bisa menyamai perusahaan lokal. Seperti awal dulu, untuk mencapai posisi seperti sekarang, saya harus melipir dulu. Begitu juga perusahaan ini. Untuk bisa besar, kita harus melipir dulu. Dari pinggir dulu lah.

Proyek­proyek yang tengah dikerjakan atau telah dikerjakan?

Sekarang kita tengah menggarap proyek dari Djarum untuk acara Bulungan Festival. Kalau yang sudah banyak sih… Seperti TVC Dove, Sensodyne, Lactamil, RCTI. Untuk proram TV ada Manga dan program di TVRI. Kita pun sering membuat corporate design. Seperti Bank BJB, Bank CIMB Niaga, Bank Mega, Telkomsel, dan radio Mara. Beberapa perusahaan kita buatkan company profle.