Menolong Sesama dengan Berbisik

Menolong Sesama dengan Berbisik – Keterbatasan penglihatan terbukti bukan pengalang bagi kaum tunanetra untuk dapat menikmati sebuah karya seni. Ini dibuktikan dengan kegemaran orang-orang dengan keterbatasan penglihatan ini namun tetap suka menonton film. Memang bukan menonton secara visual, namun mengikuti jalan cerita dan merasakan keseruan-keseruan adegan lewat bioskop bisik. Bioskop bisik memang sebuah pengecualian. Paling tidak, terhadap aturan standar di gedung-gedung bioskop agar penonton tidak berbicara selama pertunjukan film. Di sini yang terjadi, para relawan justru harus selalu bercerita tentang deskripsi adegan serta alur cerita yang ada di layar. Tujuannya tentu agar kaum tunanetra itu mengerti dan dapat merasakan emosi dalam film yang tengah ditontonnya. Peran para relawan ini besar sekali, terutama saat film menyajikan adegan-adegan tanpa dialog yang hanya bisa dipahami penonton jika melihat langsung.

Cara penyampaiannya juga harus menyesuaikan dengan situasinya yang tidak merusak suasana menonton. Misalnya ada adegan orang terpeleset kulit pisang, maka pendamping akan berbisik, “Barusan tuh si Dadang jatuh terpeleset.” Tak lama muncul suara di film, “Mangkanya, kalau buang kulit pisang jangan sembarangan.” Di situlah akhirnya para penonton bisa sama-sama tertawa. Dialog usai nonton Sebenarnya banyak permintaan dari kaum tunanetra untuk memutar judul-judul film tertentu. Tapi kata Cici Sucianti, penggagas kegiatan ini, mereka hanya memilih film-film yang tidak begitu rumit. Dari sisi bahasa, misalnya. Film yang diputar setidaknya harus berbahasa Indonesia, bukan bahasa daerah. “Agar si pendamping tidak kesulitan mendiskripsikan cerita,” tutur Head of Social Media and Digital Activation dari Think.Web.

Acara yang digagas Think.Web, Fellowship of Netra Community (Fency), dan Yayasan Mitra Netra ini mulai bergulir sejak 17 Januari 2015. Film pertama yang diputar adalah Janji Joni, karya sutradara Joko Anwar. Kebetulan Sang Sutradara juga turut hadir di acara pemutaran yang diadakan di Galeri Indonesia Kaya ini. Bahkan Joko sempat berdialog dengan penonton usai pemutaran. Tentu saja para penonton semakin antusias. Sejak itulah kegiatan bioskop bisik terus bergulir, hingga total sepanjang 2015 sudah berlangsung lebih dari 10 kali pemutaran.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *