Perlu Mama ketahui, kebutuhan zat gizi makro dan mikro pada anak termasuk buah sebagai sumber vitamin dan mineral akan meningkat seiring bertambahnya usia. Zat gizi makro dan mikro dalam buah, sangat penting dalam pertumbuhan jaringan dan perkembangan sistem saraf dan kemampuan motorik anak.

Baca juga : ausbildung jerman

Bagi anak yang mengalami malnutrisi yaitu kelebihan berat badan (obesitas), pola pemberian buah juga bisa sebagai camilan. Pasalnya, dengan asupan serat tinggi anak dapat dialihkan darimengonsumsi makanan yang manis dan berlemak sebagai sumber makanan yang memiliki kalori tinggi ke buah-buahan yang kandungan serat tinggi dan nilai kalorinya rendah. SAJIKAN BUAH YANG VARIATIF Setiap buah memiliki “karakteristik” khusus hingga nilai gizi pada buah juga sangat bervariasi. Misal, buah jeruk banyak mengandung vitamin C, sementara pada pepaya dan avokad, vitamin A-nya jauh lebih menonjol. Karena itu, orangtua penting memerhatikan unsur variasi pada saat memperkenalkan buahbuahan.

Alhasi, anak tidak menjadi picky eater dan mendapatkan semua manfaat dari aneka buah-buahan tersebut. Salah satu poin penting, kenalkan buah hati dengan buah-buahan yang relatif aman dan tidak menimbulkan reaksi alergi, lalu berikan perlahan jumlah dan frekuensi. Mama dapat memberikan buahbuahan seperti pisang, pepaya, apel, melon, jeruk dan buah-buahan lain yang banyak mengandung air. Di bawah satu tahun, tidak dianjurkan mengonsumsi buah-buahan yang berbau tajam seperti nangka dan durian atau buah-buahan yang terlalu tajam baik asam ataupun manis. Nah, bila usia buah hati sudah di atas 1 tahun, aturan untuk makanan keluarga sudah berlaku.

Artinya, si kecil sudah dapat lebih bebas mengenalkan variasi buah-buahan kepada buah hati. Namun tetap harus berhati-hati, perhatikan respons dan kemampuan anak. Kalau si kecil mengernyitkan mukanya tanda rasa asam, mungkin sebaiknya ditunda dulu. Buah bisa diberikan dalam bentuk utuh atau potong. Jika anak tidak menyukai buah, bisa dibuatkan dalam bentuk puding atau jus buah. Namun ke depannya, biasakan juga anak mengonsumsi buah potong. Sebab, buah-buahan lebih baik dikonsumsi utuh. Kalau buah dijus, nilai gizinya akan mengalami penurunan. Apalagi ditambah penyimpanan di suhu ruang yang dapat mengakibatkan proses oksidasi pada buah. Dengan begitu, terjadi penurunan kualitas hingga timbulnya bakteri.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *