Bercita-cita menjadi hafiz (penghafal) Alquran yang juga seorang dokter, Shafa Annisa Rahmadani Arianata (11) giat mengikuti kursus memory sport hingga bisa menjadi juara dunia. Shafa lahir dengan cara sesar, karena saya mengalami preeklamsia. Berat lahirnya hanya 2,05 kg. Walau begitu, perkembangannya dari hari ke hari menakjubkan, dia tumbuh menjadi anak yang lincah dan cerdas. Walau tak ada hal yang menonjol darinya, Shafa cepat belajar dan memahami sesuatu.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Misalnya, saat dibelikan mainan boneka kaki seribu berhuruf, hanya beberapa kali dibacakan sebelum tidur, dia sudah dapat mengulangnya sendiri. Bahkan, di usia 3 tahun sudah dapat merangkai huruf ketika menjumpai tulisan di tempat umum, seperti di ATM atau halte. Masuk TK A, oleh sekolah, Shafa disarankan langsung masuk SD dengan program akselerasi. Waah, takjub, dong, saya! Eh, benar, lo, di SD sejak kelas 1 hingga kelas 6 selalu masuk 5 besar di kelas dan beberapa kali ranking 1, termasuk saat di kelas 6 semester satu lalu.

Shafa bisa seperti itu karena dia anak yang mandiri, khususnya untuk belajar. Lucunya, meski punya meja belajar sendiri, Shafa jarang belajar di meja belajarnya, lebih sering berpindah-pindah tempat belajar atau sambil melakukan aktivitas tertentu. Misalnya, berpindah dari kursi tamu, ke ruang kerja ayah sambil pegang bola tenis atau mainan lainnya. Namanya anak-anak, walau dia seperti itu, sebenarnya Shafa itu lebih banyak main dibanding belajar. Mainnya dengan teman sekelas atau teman sekitar rumah. Tentu saya mengizinkan, karena memang itu dunianya.

Tapi untuk menonton TV dan bermain gadget, saya batasi, hanya di waktu tertentu, saat libur. Uniknya, waktu usia 2–4 tahun, Shafa punya kegemaran yang jarang dimiliki anak-anak, yaitu menulis. Dia senang sekali menulis di manamana: di kertas, kain, dinding, lantai. Masuk TK, dia senang menggambar, berlanjut hingga SD, dia suka menggambar komik. Jadinya, sering kali buku pelajaran bagian belakang penuh dengan komik lukisannya. Padahal, dia sudah diberi buku khusus untuk menggambar, lo, tapi tetep buku tulis bagian belakang selalu penuh dengan gambar komik atau berkurang lembarnya untuk menggambar komik.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *