U Air ketuban pun diambil, kurang lebih sebanyak 20 cc. Air ketuban lantas dibawa ke ke laboratorium untuk dianalisis. Lama hasil pemeriksaan bisa berbeda, bergantung pada prosedur rumah sakit, biasanya sih sekitar 2-4 minggu. Selain mendiskusikan manfaat dan risiko, Mama Papa juga disarankan untuk memikirkan langkah-langkah selanjutnya ketika hasil dari amniosentesis sudah keluar. Mama Papa bisa terus mendiskusikannya dengan dokter obgin dan anggota keluarga sebelum dan setelah proses amniosentesis berlangsung.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

PERAWATAN PASCATINDAKAN Mamil yang menjalani tindakan amniosentesis tidak memerlukan perawatan khusus seperti rawat inap ataupun konsumsi obat-obatan. Mamil bisa menjalani aktivitas seperti sediakala beberapa jam setelah proses tersebut selesai. Namun, bila mamil mengalami satu atau lebih kondisi ini pasca-dilakukannya tindakan, segera hubungi dokter tanpa menunda: U 7erjadi rembesan air ketuban dari Yagina. Bila Mama merasa Miss V terus-menerus lembap dan basah selain dari air kencing, kemungkinan besar telah terjadi kebocoran air ketuban. U Area rahim atau perut bagian bawah mengalami sakit yang tidak biasa. U Timbul flek atau perdarahan. U Komplikasi kesehatan lain, seperti demam, nyeri pada anggota tubuh, serta mengalami mual dan muntah yang sering.

SUAMI DAN ANAK PERTAMA SELALU CIUM PERUT ”Anugerah terindah bagi setiap perempuan adalah menjadi seorang ibu, apalagi saat mengetahui ada malaikat kecil di dalam rahimku. Rasa haru dan bahagia akhirnya kembali kurasakan. Pada kehamilanku yang kedua ini aku mengalami morning sickness pada trimester pertama. Setiap pagi suamiku selalu membuatkan susu untukku. Momen seperti itu tentunya membuatku senang sekaligus terharu. Momen istimewa lainnya, ketika suami dan putri pertama selalu menciumi perutku.”

PERNAH MUNTAH DI CELANA SUAMI ”Saat hamil, suamiku perhatian sekali. Ia selalu membuatkan aku susu di pagi dan sore hari, membuatkan aku jus, juga menyiapkan makanan bergizi. Terlebih saat kuhamil muda, semua tugas ibu rumah tangga pun ditanggungnya. Yang selalu kuingat, setiap aku pulang kerja dan berangkat kerja naik mobil, aku muntah di celananya, di bajunya, kadang di tangannya, tapi dia enggak pernah marah. Ia hanya memeluk dan mengatakan, ’Sabar ya, Sayang.’”

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *