Tak hanya ruang-ruang semi publik, Sri Yanty merancang tema-tema berbeda pada ruangan yang bersifat privat. Salah satu contohnya, kamar tidur anak bertemakan “laut” yang terdapat di lantai 2. “Di ruangan ini, saya menerapkan dinding berwarna biru muda dan abu-abu; furnitur dominan putih; dan aksen dekoratif bertema lautan,” ucap Sri Yanty menambahkan.

Baca juga : Jual Genset Surabaya

Siasat Menutupi “Kekurangan” Ruang Ternyata, menurut Sri Yanty, aksen-aksen dekoratif ini tak cuma berfungsi sebagai penghias visual semata. Kekurangan-kekurangan ruang yang terdapat di bangunan ini dapat apik tertutupi oleh aksen ruangan tersebut. “Pastinya, rumah ini kan cenderung sempit, luas 2 bangunannya saja hanya 160m2. Jadi, saya menerapkan cermin di dinding-dinding tangga, sebagai siasat menggandakan ruang,” ujar Sri Yanty.

Alhasil, ruang sempit itu tampak lebih lega dan bersih. Selain cermin, dinding kayu yang dilapisi oleh HPL (High Pressure Laminate) berhasil menutupi railing tangga yang dirancang sederhana. Tak hanya railing yang ditutupi, terdapat gudang tersembunyi pula di balik dinding kayu tersebut. Lubang-lubang “intip” di antara dinding kayu tersebut pun menjadi siasat anti-monoton dan “tertutup” dari sebuah dinding masif. Dalam area yang sama, void pun dibuat tak terlampau “hampa” dengan adanya lampu gantung, serta lis hitam yang dikelilingi oleh tanaman rambat.

Satu siasat dari Sri Yanty, adalah menutupi pemandangan jendela yang kurang sedap dilihat. Contohnya, jendela di ruang keluarga—yang mengarah ke garasi—ditutupi dengan sempurna oleh panel hitam berbentuk gedunggedung berkotaan. Namun, bila diperhatikan, terdapat rongga yang menjadi “kuncian” pembuka “panel”, agar jendela bisa terbuka sebagaimana mestinya. Siasat serupa dilakukan pula pada kamar tidur utama.

Masalah dari ruangan ini adalah jendelanya tepat terletak di atas tempat tidur. Demi menutupinya, Sri Yanty menerapkan bantalan-bantalan sebagai headboard sekaligus menutupi jendela tersebut. Namun, di beberapa bantalan kotak tersebut, terdapat rongga mengacak, yang menjadi “kuncian” untuk membuka jendela kamar tidur. Banyak Permainan Material Dekorasi-dekorasi anti-monoton ini didukung pula oleh permainan aplikasi material yang digunakan.

Kami menemukan banyak sekali perpaduan material yang pas, baik dari segi warna, motif, ataupun karakter material itu sendiri. Sebagai contoh, adalah aplikasi bata putih yang menjadi pelapis di ruang keluarga. Bata putih digunakan sebagai pelapis panel, dengan dinding latar terbuat dari papan kayu. Selain itu, di depannya, Sri Yanty memakai cat putih biasa, dengan panel kayu finishing cat duco.

Padanan material pun terjadi pula di kamar tidur utama. Bantalanbantalan headboard yang menjadi focal point, terbuat dari cushion dan kain, yang ditopang oleh bingkai besi hollow. Namun, dinding-dindingnya ditutupi oleh cat dinding putih gading. Alhasil, tak hanya elemenelemen dekoratif saja yang menjadi siasat anti-monoton pada rumah contoh ini. Permainan material banyak berperan di sana.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *