Aksi Represif Putra Mahkota Bag2

”Mohammed bin Salman sangat mungkin menjadi raja berikutnya. Tapi ada suara berbeda yang bisa menantang suksesi sehingga dianggap mengancam kestabilan oleh rezim,” kata Jean-Marc Rickli, peneliti dari Geneva Centre for Security Policy, seperti dikutip Reuters. Menurut AlQST, kelompok hak asasi manusia Saudi, Ouda ulama yang berpengaruh. Di media sosial Twitter, ia memiliki 14 juta pengikut.

AlQST menduga Ouda ditahan karena mencuit tentang dukungannya terhadap upaya mediasi untuk menyelesaikan krisis Qatar. Pada Juni lalu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memotori kampanye untuk melawan Qatar. Bersama Bahrain dan Mesir, kedua negara itu memutus hubungan diplomatik, transportasi, dan perdagangan dengan Qatar karena dugaan dukungannya terhadap milisi Islam—tuduhan yang dibantah Doha.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *