Jangan Panik, Ini Cara Untuk Mengatasi Telinga Kemasukan Air

Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air – Mungkin sebagian orang pernah mengalami telinga kemasukan air ketika sedang main air, mandi ataupun berenang. Telinga yang kemasukan air biasanya akan terasa mengganjal dan tidak nyaman bahkan menyebabkan telinga berdengung.

Ketika air yang masuk ke dalam telinga hanya dibiarkan dan tidak segera dikeluarkan bisa memicu pertumbuhan jamur. Jamur menyukai tempat yang lembab. Jika telinga kemasukan air hingga tumbuh jamur maka telinga akan sering terasa gatal. Bahkan jika air yang masuk ke telinga terjadi secara berulang – ulang dan dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan risiko peradangan pada saluran telinga.

Baca Juga: Tips Memasak Puding

Peradangan tersebut bisa berupa kemerah-merahan dan pembengkakan pada saluran telinga luar. Dalam dunia medis gangguan peradangan yang terjadi di saluran yang terletak di telinga bagian luar dan gendang telinga disebut otitis eksterna.

Terkadang air yang masuk ke telinga dapat keluar dengan sendirinya. Namun beberapa kasus lain air yang masuk ke telinga sulit keluar. Jika telinga Anda kemasukan air, Anda harus berhati – hati dan tidak boleh sembarangan mengeluarkannya.

Jangan Panik, Ini Cara Untuk Mengatasi Telinga Kemasukan Air

Karena air yang masuk ke dalam telinga akan bercampur dengan serumen atau getah telinga sehingga membuatnya susah dikeluarkan meskipun dikorek – korek. Jika terjadi hal tersebut, sebaiknya jangan panik dan cobalah cara mengatasi telinga kemasukan air berikut ini.

1. Menggoyang – goyangkan cuping telinga

Langkah pertama mengatasi telinga kemasukan air adalah menggoyang – goyangkan kepala Anda sambil memiringkan kepala ke sisi telinga yang kemasukan air. Miringkan kepala Anda hingga bagian luar telinga menghadap bahu sambil digoyang – goyang hingga air di dalam telinga bisa keluar.

2. Menggunakan telapak tangan untuk menghisap air

Cara mengatasi telinga kemasukan air ini dengan memiringkan kepala ke sisi telinga yang kemasukan air kemudian menutup telinga yang kemasukan air dengan telapak tangan. Tekan telinga dengan agak kuat dan lepas dengan cepat hingga Anda merasakan sensasi hisapan pada telinga. Dengan begitu air yang berada dalam telinga dapat terhisap keluar oleh telapak tangan.

3. Menggerak – gerakkan rahang dan mulut

Menggerak – gerakkan rahang dan mulut seperti mengunyah dan menguap dapat membantu mengeluarkan air yang masuk ke dalam telinga. Cara mengatasi telinga kemasukan air dengan peregangan rahang dan mulut ini dapat melegakan saluran sempit yang menghubungkan rongga telinga dengan bagian belakang hidung sehingga memicu air yang ada di dalam telinga untuk keluar.

4. Meneteskan air

Untuk mengeluarkan air yang masuk ke telinga, Anda bisa menggunakan air hangat dan meneteskannya pada telinga yang kemasukan air sambil memiringkan kepala sampai telinga yang kemasukan air menghadap ke atas. Diamkan selama 3 detik lalu miringkan kepala ke sisi yang berlawanan. Kemudian tunggu sebentar dengan posisi telinga yang kemasukan air menghadap ke bahu hingga air akan mengalir keluar.

5. Menggunakan hair dryer

Cara mengatasi telinga kemasukan air dengan hair dryer atau pengering rambut bisa dilakuan dengan mengatur kecepatan dan suhu yang paling rendah. Kemudian berikan jarak sekitar 30 centimeter dan gerak – gerakan hair dryer mendekati dan menjauhi telinga agar telinga cepat kering. Udara panas yang ditimbulkan hair dryer akan membantu air menguap lebih cepat.

6. Mengompres dengan air hangat

Gunakan kain atau handuk lembut yang telah dibasahi air hangat kemudian peras hingga air tidak menetes dari kain tersebut. Miringkan kepala ke sisi telinga yang kemasukan air kemudian tempelkan kompres pada bagian luar telinga. Tunggu sekitar 30 detik lalu lepaskan. Berikan jeda selama 1 menit sebelum mulai mengompresnya lagi. Ulangi beberapa kali hingga air dari dalam telinga keluar. Jika ternyata air belum keluar juga, Anda bisa melakukannya dengan teknik berbaring.

7. Meneteskan cuka dan alkohol

Kotoran telinga atau serumen mungkin memerangkap air yang masuk ke dalam telinga. Anda bisa menguraikan gumpalan serumen dengan meracik tetes telinga sendiri. Cara mengatasi telinga kemasukan air ini bisa dimulai dengan mencampurkan cuka dan alkohol dengan takaran seimbang 1 : 1.

Teteskan sebanyak 3 tetes pada telinga yang kemasukan air lalu pijat ringan bagian luar telinga secara perlahan. Yang harus Anda perhatikan, jangan gunakan metode ini jika Anda mengalami beberapa masalah seperti:

– Mengalami infeksi telinga luar

– Mengalami masalah pada gendang telinga

Tips Memasak Coklat dan Puding Enak

Saya kemarin sempat mengikuti resep-resep dan berjualan nasi box Jakarta. Beberapa tidak bagus hasilnya alias kusam. Untungnya bisa saya selipkan di antara yang bagus sehingga semua bisa terjual.

Boleh tahu kenapa bisa kurang bagus hasilnya. Terima kasih. Betty – Bogor Ibu Betty yang terhormat, Senang resep catering kantor kami bisa mendatangkan penghasilan tambahan buat Ibu.

Tetapi kalau boleh memberi masukan, cokelat atau kue, atau apa pun yang Ibu jual sebaiknya tidak bercacat. Seperti cokelat yang kusam itu sebaiknya tidak dijual.

Jangan sampai karena nila setitik, rusaklah kepercayaan orang kepada kita. Kembali ke cokelat. Cokelat yang kusam bisa disebabkan beberapa hal, seperti yang dikutip dari laman Soulofren.com.

Salah satunya, cokelat tidak ditemper. Maksudnya tidak dipanaskan, didinginkan beberapa kali hingga suhunya pas. Kalau tak punya temperatur, bisa dicolek dengan jari yang bersih lalu ditempelkan di dagu.

Kalau tidak terasa panas, cokelat sudah bisa dituang ke dalam cetakan. Kemungkinan kedua, cetakan kurang bersih. Berminyak atau mengandung air.

Nah, periksa cetakan setiap kali akan menuanAg cokelat. Sebab setelah disimpan di dalam freezer, cetakan seringkali berembun. Bahkan setelah dilap pun, embunnya masih datang bila sudah dingin. Cokelat yang sudah disimpan di dalam lemari es pun kemudian dilarutkan, bisa membuat permen cokelat jadi kusam.

Puding Gula Merah

saya mencoba puding gula merah bersama santan. Kok, rasanya asam, ya? Saya bingung apa penyebapnya. Saya pikir, tadinya santannya yang sudah rusak.

Tetapi setelah saya rasakan sisa santannya, tidak rusak. Jadi, apa, dong penyebabnya? Terima kasih. Neneng Susanti – Jakarta Pusat

IBU NENENG DI TEMPAT, Puding gula merah yang asam memang bisa salah satunya disebabkan oleh santan yang sudah rusak. Tetapi bukan satusatunya faktor penyebab. Bisa saja karena gula merah.

Banyak gula merah yang asam rasanya karena bahan atau proses pembuatannya. Karena sebelum digunakan, baik juga gula merah dicoba dahulu. Gula merah sebaiknya dimasak bersama air sampai larut dan disaring sebelum dicampur bersama agar-agar. Kemungkinan yang lain, yang ingin kami tanyakan, apakah Anda menambahkan nangka?

Kalau nangkanya asam atau sudah bonyok, nangka pasti menularkan rasa asam. Nah, semoga hasilnya lebih baik setelah mencoba lagi.

 

Air Breather

Teknologi ini ada di bagian gril depan. Bilah-bilah vertikal bisa membuka-tutup secara otomatis sesuai kebutuhan untuk pendinginan radiator. Saat suhu radiator panas, gril akan membuka layaknya gril BMW Series yang lain agar embusan udara mampu mendinginkannya. Sebaliknya saat tak perlu aliran udara untuk mendinginkan radiator, bilah akan menutup otomatis.

Ada keuntungan saat bilah gril ini menutup. Yaitu tingkat aerodinamika mobil jadi lebih baik dan efisiensi konsumsi BBM lebih irit. BMW mengindikasikan efisiensi aerodinamika baru akan maksimal saat mobil melaju di kecepatan di atas 80 km/jam. Memang Active Air Stream bukan teknologi baru yang dipakai di mobil. Namun buat BMW, inilah mobil pertama mereka yang memakainya.

Display Key

Inilah anak kunci mobil masa depan yang dilengkapi layar touch screen. Sebelumnya, kunci serupa juga dipakai di sportscar elektrik BMW i8. Kunci seperti ini sudah seperti layar smartphone yang informasinya dapat diakses lewat sentuhan ujung jari. Beragam informasi dapat ditampilkan. Mulai dari buka tutup kunci pintu, informasi interval service dan jarak tempuh, kontrol lampu mobil hingga AC. Khusus di Seri-7, anak kunci ini untuk pertama kalinya dapat dipakai sebagai remote control memarkir mobil tanpa sopir.

Layaknya gadget, kunci ini memiliki catu daya baterai. Saat listriknya sudah habis, dapat diisi ulang memakai charger lewat soket mini USB di sisi samping kunci. Atau di Seri-7 dapat di-charge secara wireless dengan cara meletakkan kunci di dalam slot wireless charging di dalam konsol bawah armrest tengah. Jadi, selain perangkat hand phone, slot wireless charging dapat juga men-charge anak kunci ini.

Kumpul Keluarga di Rumah Peristirahatan Bagian 2

Menurut Sisca, sentuhan kolonial terinspirasi dari rumahrumah peninggalan Belanda yang masih banyak terdapat di Bogor, khususnya di kawasan Sempur, Bogor Tengah. Rumah pertama mereka di Bali juga memiliki nuansa yang sama. Agar serasi dengan konsep rumah, bagian interiornya juga didesain dengan sentuhan yang sama.

Baca juga : Jual Genset Balikpapan

Sisca menghadirkan lantai ubin/tegel, lampu gantung, dan pegangan (handle) pintu kuno. Properti tersebut sengaja didatangkan khusus oleh Sisca dari luar Bogor. Tegel/ubin berwarna kuning di lantai satu misalnya, dibeli dari Yogyakarta. Sedangkan lampu gantung dan pegangan kunci diperoleh dari Bali.

Luas dan Terbuka Tidak hanya itu. Rumah 2 lantai ini juga didesain terbuka dengan banyak bukaan berukuran besar. Di lantai satu—yang difungsikan sebagai ruang keluarga, ruang makan, dan dapur— terdapat dalam satu ruang menerus berbentuk huruf L. Jika tanpa furnitur, lantai bawah ini akan membentuk sebuah ruangan berukuran besar. Selain dikonsep terbuka, bangunan seluas 212m2 ini juga memiliki bukaan besar.

Di lantai satu misalnya, selain terdapat pintu utama berukuran besar, juga ada pintu samping model lipat berukuran lebih besar. Hampir semua bidang dinding di sisi kiri rumah yang panjangnya 7,3m, dimanfaatkan sebagai bukaan. Menurut Sisca, bukaan pintu berukuran besar ini memiliki 2 fungsi. Selain untuk memasukkan udara segar ke dalam rumah, juga untuk menggabungkan area ruang lantai satu dengan teras.

Jika semua pintu samping yang jumlahnya 8 buah dalam posisi terbuka penuh, selain menjadikan ruang dalam terasa sejuk dan nyaman, juga akan membentuk 1 ruang terbuka yang cukup luas dan bisa menampung banyak orang. Di lantai 2, bukaan besar juga bisa dijumpai pada bagian jendela. Tiga kamar tidur, masing-masing dilengkapi bukaan jendela yang cukup banyak, sehingga sirkulasi udara di lantai dua mengalir dengan lancar. Tak heran, ketika Tabloid RUMAH berada di dalam rumah pada siang hari, udara di dalam rumah, baik di lantai satu maupun dua, terasa sejuk dan nyaman.

Kumpul Keluarga di Rumah Peristirahatan

Agar dapat berkumpul bersama keluarga besarnya di Bogor, pemilik rumah merasa perlu menghadirkan rumah peristirahatan yang dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan di dalamnya. Berkumpul bersama keluarga besar selalu menjadi momen yang membahagiakan bagi Sisca Suhendra (45). Karenanya, meski sudah belasan tahun menetap di Bali, istri dari Alex Chandra (44) ini selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga besarnya di Bogor.

Baca juga : Jual Genset Bali

Pasalnya, sebagian besar keluarganya, masih tinggal di kota hujan ini. “Keluarga besar saya dan suami sebagian besar masih tinggal di Bogor sehingga kami yang tinggal di luar kota, yang mengalah datang ke sini (Bogor, red.),” ujar Sisca memberi alasan. Saking seringnya berkumpul, Sisca dan suaminya memutuskan untuk membeli rumah di Bogor.

“Dulu, ketika anak-anak masih kecil, kami selalu menginap di rumah adik saya. Kini mereka sudah beranjak dewasa dan membutuhkan tempat beristirahat sendiri yang nyaman dan tenang,” ujarnya menambahkan. Mereka berencana memfungsikan rumah keduanya ini sebagai tempat beristirahat sekaligus investasi.

Rumah Peristirahatan Tahun 2011, Sisca dan suaminya mewujudkan keinginan mereka memiliki rumah di Bogor. Keluarga yang telah dikarunai 3 orang putri ini memilih lokasi di kawasan perumahan yang sama dengan adik mereka, yaitu Baranangsiang Indah Bogor.

Karena kondisi rumah yang sudah tua dan tidak layak huni, mereka membongkar bangunan lama dan membangun kembali. Proses desainnya dilakukan oleh biro arsitek milik teman Sisca, yaitu Padmadjaja Architect Bali. Sedangkan proses pembangunannya, yang dimulai pada Januari hingga akhir tahun 2012, dilakukan oleh Robertus Pawang dan Adrianto.

“Proses pembangunannya sedikit lebih lama karena ada ornamen tertentu yang harus dipesan dan detil bangunan yang perlu dikerjakan dengan hati-hati,” kata Robertus Pawang, kontraktor yang dipercaya Sisca untuk membangun rumahnya. Bernuansa Kolonial Rumah peristirahatan yang dibangun di atas lahan seluas 380m2 ini dibuat dengan sentuhan kolonial. Hal ini terlihat dari dua pilar berbentuk bulat yang terdapat di bagian fasad depan, serta cat dinding luar yang berwarna putih keabu-abuan.

Gesture Control

Lupakan menyentuh kenop atau bahkan monitor touch screen untuk mengoperasikan fitur fitur multimedia di BMW Seri-7. Sekarang hanya lewat gerakan tangan, Anda dapat melakukan kontrol tanpa harus menyentuh satupun perangkat yang ada di mobil. Ada 6 gerakan tangan yang sudah diset BMW. Setiap gerakan memiliki fungsi sendiri-sendiri untuk mengontrol fungsi multimedia yang ada di layar monitor di tengah dasbor.

Misalnya gerakan telunjuk seakan menunjuk ke arah monitor untuk fungsi menerima panggilan telepon. Gerakan tangan seperti menampar berfungsi untuk menolak panggilan telefon. Gerakan memutar ujung telunjuk searah jarum jam (kanan) untuk menambah volume audio dan berlawanan arah jarum jam (kiri) untuk mengecilkan volume. Memilih menu di layar monitor dengan menunjuk jari telunjuk dan jari tengah bersamaan.

Hal itu dapat dilakukan berkat sensor yang mendeteksi gerakan tangan. Posisi tangan mesti ada di depan monitor dasbor tengah atau area di atas tuas transmisi. Lewat Gesture Control, pengemudi atau penumpang dapat mengoperasikan fungsi-fungsi multimedia dengan cepat dan mudah. Konsentrasi pengemudi juga tak tersita un tuk mengoperasikan ftur-ftur multimedia tersebut.

Carbon Core

BMW menamainya Carbon Core untuk desain ini di bodi Seri-7 terbaru. Ada 14 bagian yang memakai bahan serat ringan dan kuat ini, seperti struktur pilar atap, elemen di pilar B dan C serta bodi bagian dalam side skirt.

Berkat Carbon Core ini, bobot mobil dapat dikurangi hingga 130 kg dibanding Seri-7 versi sebelumnya. Pengurangan bobot ini tak hanya mampu mereduksi konsumsi BBM tapi juga menambah kenyamanan mengemudi. Hal ini berkat distribusi bobot lebih merata serta titik gravitasi lebih rendah. Material eksotis ini mampu diperbaiki jika terjadi kerusakan akibat benturan.

Misalkan saat kecelakaan yang memerlukan perbaikan. “Tak perlu diganti elemen karbon secara utuh. Cukup potong bagian yang rusak dan dilakukan perbaikan hanya di bagian itu. Semua bengkel resmi BMW mampu menanganinya. Jadi tak perlu khawatir.

Desain Anti-Monoton Pembawa “Kesegaran” Bagian 2

Tak hanya ruang-ruang semi publik, Sri Yanty merancang tema-tema berbeda pada ruangan yang bersifat privat. Salah satu contohnya, kamar tidur anak bertemakan “laut” yang terdapat di lantai 2. “Di ruangan ini, saya menerapkan dinding berwarna biru muda dan abu-abu; furnitur dominan putih; dan aksen dekoratif bertema lautan,” ucap Sri Yanty menambahkan.

Baca juga : Jual Genset Surabaya

Siasat Menutupi “Kekurangan” Ruang Ternyata, menurut Sri Yanty, aksen-aksen dekoratif ini tak cuma berfungsi sebagai penghias visual semata. Kekurangan-kekurangan ruang yang terdapat di bangunan ini dapat apik tertutupi oleh aksen ruangan tersebut. “Pastinya, rumah ini kan cenderung sempit, luas 2 bangunannya saja hanya 160m2. Jadi, saya menerapkan cermin di dinding-dinding tangga, sebagai siasat menggandakan ruang,” ujar Sri Yanty.

Alhasil, ruang sempit itu tampak lebih lega dan bersih. Selain cermin, dinding kayu yang dilapisi oleh HPL (High Pressure Laminate) berhasil menutupi railing tangga yang dirancang sederhana. Tak hanya railing yang ditutupi, terdapat gudang tersembunyi pula di balik dinding kayu tersebut. Lubang-lubang “intip” di antara dinding kayu tersebut pun menjadi siasat anti-monoton dan “tertutup” dari sebuah dinding masif. Dalam area yang sama, void pun dibuat tak terlampau “hampa” dengan adanya lampu gantung, serta lis hitam yang dikelilingi oleh tanaman rambat.

Satu siasat dari Sri Yanty, adalah menutupi pemandangan jendela yang kurang sedap dilihat. Contohnya, jendela di ruang keluarga—yang mengarah ke garasi—ditutupi dengan sempurna oleh panel hitam berbentuk gedunggedung berkotaan. Namun, bila diperhatikan, terdapat rongga yang menjadi “kuncian” pembuka “panel”, agar jendela bisa terbuka sebagaimana mestinya. Siasat serupa dilakukan pula pada kamar tidur utama.

Masalah dari ruangan ini adalah jendelanya tepat terletak di atas tempat tidur. Demi menutupinya, Sri Yanty menerapkan bantalan-bantalan sebagai headboard sekaligus menutupi jendela tersebut. Namun, di beberapa bantalan kotak tersebut, terdapat rongga mengacak, yang menjadi “kuncian” untuk membuka jendela kamar tidur. Banyak Permainan Material Dekorasi-dekorasi anti-monoton ini didukung pula oleh permainan aplikasi material yang digunakan.

Kami menemukan banyak sekali perpaduan material yang pas, baik dari segi warna, motif, ataupun karakter material itu sendiri. Sebagai contoh, adalah aplikasi bata putih yang menjadi pelapis di ruang keluarga. Bata putih digunakan sebagai pelapis panel, dengan dinding latar terbuat dari papan kayu. Selain itu, di depannya, Sri Yanty memakai cat putih biasa, dengan panel kayu finishing cat duco.

Padanan material pun terjadi pula di kamar tidur utama. Bantalanbantalan headboard yang menjadi focal point, terbuat dari cushion dan kain, yang ditopang oleh bingkai besi hollow. Namun, dinding-dindingnya ditutupi oleh cat dinding putih gading. Alhasil, tak hanya elemenelemen dekoratif saja yang menjadi siasat anti-monoton pada rumah contoh ini. Permainan material banyak berperan di sana.

Desain Anti-Monoton Pembawa “Kesegaran”

Beberapa tahun lalu, interior modern dan minimalis cukup berjaya, khususnya di Indonesia. Sayangnya, seringkali konsep yang tengah menjadi primadona ini diterapkan secara salah kaprah, khususnya oleh masyarakat awam. Bahkan, beberapa desainer interior mengungkapkan, bahwa konsep minimalis ini kurang sesuai bila digunakan oleh masyarakat Indonesia, mengingat kebanyakan dari mereka bersifat “kolektor”.

Baca juga : Kontraktor Semarang

Alhasil, lambat laun, rumah dengan bentuk-bentuk modern ini dianggap membosankan. Monoton. Bahkan, dengan kesalahan pemahaman akan konsep modern dan minimalis, fungsi kenyamanan hunian pun tak dapat terpenuhi. Namun, beda halnya dengan rumah contoh Casa Jardin yang berada di pinggir Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat ini. Kali pertama memasuki bangunan 2 lantai tersebut, ruang tamu nyaman bernuansa biruabu lah yang menyambut kami.

Kesan “teduh” terasa secara visual. Aksen dekoratif pun diterapkan secara pas di meja buffet, tepat di seberang area duduk, sehingga tak menghilangkan kesan “teduh” pada ruangan ini. Rupanya, kejutan telah menanti kami di ruang-ruang lainnya. Salah satunya, ruang makan—yang berada tepat di bawah area void—dengan dinding kayu dan tanamantanaman gantung; serta ruang keluarga berbata putih yang terletak bersebelahan.

Beda Ruang, Beda Tema, Satu Konsep Sang desainer—Sri Yanty Jusup—mengatakan, sentuhan konsep American Style lah yang mendasari perancangan rumah contoh seluas 160m2 ini. Tak heran. Kami melihat elemen-elemen dekoratif bernuansa Amerika memenuhi setiap sudut bangunan berkamar 3 ini. “Meskipun saya memang banyak menyisipkan desain ala Amerika ke dalam bangunan ini, saya pun membedakan temanya, sesuai fungsi ruang,” ujar Sri Yanty menjelaskan.

Sebagai contohnya, ruang makan didominasi oleh tema natural, dengan panel dinding kayu dan tanaman-tanaman hijau plastik yang menggantung di atas meja makan. Tanaman-tanaman tersebut menggantung di lis hitam, senada dengan lampu modern, yang berkap hitam pula. Desainnya pun tampak berbeda dengan ruang keluarga yang cenderung bertema “maskulin”. Panel dinding, yang terdapat di belakang sofa, menjadi elemen yang mempertegas kesan “maskulin” itu. “Saya mendesain panel hitam dengan cara laser cutting, dan membuat rongga-rongga yang membentuk gedung-gedung perkotaan, agar kesan urban dapat hadir. Lebih maskulin, bukan?” ucap Sri Yanty antusias.